Etika Publikasi

ETIKA PUBLIKASI JURNAL JALAN-JEMBATAN

Jurnal Jalan-Jembatan mempublikasikan makalah penelitian, tinjauan pustaka, dan studi kasus yang berfokus pada litbang jalan dan jembatan dari topik-topik tentang eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, ekstraksi, pemanfaatan, lingkungan, sampai dengan ulasan ilmiah yang belum pernah diterbitkan pada media yang lain. Berikut ini dijelaskan etika dari semua pihak yang terlibat dalam proses penerbitan sebuah artikel di dalam jurnal ini, termasuk penulis, editor, Reviewer (pengulas), dan penerbit. Etika publikasi ini berdasarkan pada Pedoman dari Committe On Publication Etic (COPE).


Etika Penulis

  1. Standar karya tulis: Penulis harus menyajikan naskah karya tulis penelitiannya dan hal-hal penting lainnya, serta hasil diskusi yang bersifat obyektif secara akurat. Hasil penelitiannya harus disajikan dengan jujur, tanpa tiruan, pemalsuan, atau manipulasi data. Naskah ilmiah harus mengandung informasi dan daftar pustaka yang cukup detail sehingga memberikan ruang bagi peneliti lain untuk melanjutkan penelitiannya. Laporan yang tidak jelas atau tidak akurat, merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima. Naskah harus mengikuti ketentuan penulisan jurnal.
  2. Originalitas dan plagiarisme: Penulis harus memastikan bahwa seluruh tulisannya betul-betul original. Penulis tidak dapat mengirimkan satu naskah ke lebih dari satu jurnal publikasi secara bersamaan kecuali sudah disetujui oleh para editor. Karya tulis dan publikasi sebelumnya yang sejenis, baik yang dilakukan oleh peneliti lain maupun oleh penulis sendiri, dapat diakui dengan menjadikannya rujukan/referensi. Jika ada literatur utama yang digunakan, maka harus ditulis dengan menggunakan tanda rujukan. Jika terdapat pernyataan yang diambil langsung dari hasil publikasi peneliti lain, maka harus ditandai dengan kata kutip.
  3. Publikasi pada jurnal lain dalam waktu bersamaan: Penulis tidak boleh mengirimkan naskah yang sama ke jurnal lain untuk dipublikasikan dalam waktu yang sama. Hal ini tidak etis dan tidak dapat diterima. Publikasi-publikasi yang lahir dari suatu penelitian harus benar-benar diidentifikasi dan hasil publikasinya dapat dijadikan rujukan/referensi.
  4. Pengakuan terhadap sumber yang digunakan: Penulis harus mengakui semua sumber data yang digunakan dalam penelitian dan hasil kutipan publikasi yang telah mempengaruhi dalam menentukan sifat dari penelitian tersebut. Sebaiknya, penulis selalu memberikan pengakuan yang tepat terhadap hasil penelitian orang lain.
  5. Kepemilikan karya tulis: Hak cipta terhadap suatu hasil penelitian yang dipublikasikan harus dapat menunjukkan kontribusi masing-masing individu yang terlibat dalam menyiapkan suatu karya tulis ilmiah dan laporannya secara akurat. Hak cipta tersebut dibatasi hanya kepada peneliti yang memberikan kontribusi yang signifikan terutama pada konsep, desain, interpretasi kajian yang disampaikan. Adapun para peneliti lain yang sama-sama memberikan kontribusi sebaiknya ditulis sebagai penulis kedua, ketiga, dan seterusnya. Bilamana kontributor yang dominan ditulis oleh penulis pertama, maka kontributor lainnya dapat juga ditulis dalam subbab ucapan terima kasih. Penulis harus memastikan bahwa semua kontributor telah melihat dan menyetujui hasil karya tulisnya yang akan dipublikasikan dan keterlibatan mereka sebagai penulis kedua, ketiga, dan seterusnya.
  6. Pengungkapan dan konflik kepentingan: Semua penulis harus mengungkap naskahnya, baik itu yang berkaitan dengan keuangan maupun konflik kepentingan yang barangkali dapat dibatasi pengaruhnya terhadap interpretasi naskah karya tulisnya. Semua sumber keuangan/dana yang mendukung semua proyek harus diungkapkan.
  7. Kesalahan dalam naskah yang dipublikasikan: Jika penulis menemukan kesalahan dalam naskah yang dikirimkan, maka penulis harus memperhatikan saran dan masukan dari reviewer jurnal dan bekerja sama untuk memperbaiki karya tulisnya.
  8. Bahaya, manusia, dan animasi: Penulis harus dapat mengidentifikasi bahaya yang terdapat dalam naskah karya tulisnya dengan jelas, seperti bahan kimia, prosedur, dan peralatan yang digunakan.


Etika Editor

  1. Keputusan publikasi: Berdasarkan hasil tinjauan naskah oleh reviewer (anggota dewan dan mitra bestari), Editor dapat menerima, menolak, atau meminta perubahan terhadap naskah karya tulis ilmiah. Ulasan naskah dan kepentingannya bagi penulis dan pembaca harus menjadi dasar keputusan tersebut. Para reviewer dipandu oleh kebijakan dari pengelola jurnal dan dibatasi oleh ketentuan hukum yang berlaku seperti pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme. Para reviewer dapat berunding dengan reviewer lain atau mengulas dalam membuat keputusan ini. Reviewer harus bertanggung jawab atas terpenuhinya segala sesuatu terkait ketentuan publikasi dan harus memiliki prosedur dan kebijakan untuk memastikan kualitas substansi yang dipublikasikan dan menjaga integritas tulisan yang diterbitkan.
  2. Ulasan naskah: Editor harus memastikan bahwa setiap naskah harus dievaluasi oleh terlebih dahulu untuk keasliannya. Editor harus mengatur dan menggunakan peer review yang memiliki kapasitas yang mumpuni dan bijaksana. Selain itu, ia juga harus menjelaskan proses peer reviewnya dalam menyampaikan informasi kepada penulis dan juga menunjukkan bagian mana dari jurnal yang ditinjau ulang. Editor pun harus menggunakan peer reviewer yang tepat untuk karya tulis yang layak untuk dipublikasikan dengan memilih orang-orang yang memiliki kompetensi cukup dan menghindari konflik kepentingan.
  3. Asas keadilan: Editor harus memastikan bahwa setiap naskah yang diterima oleh dewan redaksi jurnal ditinjau ulang masalah konten intelektual tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, kewarganegaraan, dan lain-lain dari penulis. Bagian penting dari tanggung jawabnya adalah membuat keputusan yang adil dan berisi penegakan prinsip independensi dan integritas editorial. Editor berada dalam posisi yang kuat dengan membuat keputusan penerbitan, yang membuatnya sangat penting bahwa proses ini adalah bersifat adil dan se-objektif mungkin.
  4. Kerahasiaan: Editor harus memastikan bahwa informasi mengenai naskah yang disampaikan oleh penulis dirahasiakan. Editor harus kritis menilai setiap potensi pelanggaran terhadap perlindungan data dan kerahasiaan penulis, termasuk menggunakan informasi yang tepat terkait dengan penelitian terkini yang dipresentasikan, dan penelitian yang aplikatif dan layak dipublikasikan.
  5. Pengungkapan dan konflik kepentingan: Editor Jurnal tidak akan menggunakan materi yang tidak dipublikasikan untuk diungkapkan dalam naskah yang diajukan untuk penelitian sendiri tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Editor sebaiknya tidak terlibat dalam keputusan tentang makalah mana yang memiliki konflik kepentingan.


Etika Reviewer

  1. Kerahasiaan: Informasi mengenai naskah yang disampaikan oleh penulis harus dirahasiakan dan diperlakukan sebagai informasi rahasia. Mereka tidak boleh diperlihatkan atau didiskusikan dengan orang lain kecuali sebagaimana diizinkan oleh editor.
  2. Sumber yang diakui: Para pengulas harus memastikan bahwa para penulis telah mengakui semua sumber data yang digunakan dalam tulisannya. Reviewer juga harus mengidentifikasi karya tulis ilmiah terkait yang diterbitkan dan bukan dikutip oleh penulis. Beberapa pernyataan bahwa observasi, derivasi, atau pendapat yang telah dilaporkan sebelumnya sebaiknya didampingi oleh kutipan-kutipan yang relevan. Pengulas harus memberitahukan kepada dewan redaksi jurnal sesegera mungkin jika mereka melakukan penyimpangan, semisal aspek etika kerja, mengetahui adanya kesamaan yang substansial antara naskah yang diulasnya dengan naskah yang diserahkan ke jurnal atau artikel lain yang diterbitkan, atau menduga bahwa hal tersebut dapat terjadi baik itu selama penelitian atau penulisan dan penyerahan naskah; pengulas, bagaimanapun juga harus tetap menjaga kerahasiaan penulis dan tidak menyelidiki lebih lanjut kecuali dewan redaksi jurnal meminta informasi atau saran lebih lanjut.
  3. Standar objektivitas: Ulasan naskah yang diserahkan harus dilakukan secara objektif dan reviewer harus mengungkapkan pandangannya dengan argumen yang jelas dan mendukung. Reviewer sebaiknya harus bersikap konstruktif dalam ulasannya dan memberikan feedback yang akan membantu penulis untuk meningkatkan kualitas naskah penulis, memberikan saran dan masukan yang dapat mendukung pernyataan yang ditulis dalam naskah penulis.
  4. Pengungkapan dan konflik kepentingan: Informasi atau ide-ide rahasia yang diperoleh melalui peer review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Reviewer tidak boleh mempertimbangkan naskah mana yang memiliki konflik kepentingan yang akan melahirkan kompetitif, kolaboratif, atau hubungan atau koneksi lainnya dengan salah satu penulis, perusahaan, atau lembaga yang berkaitan dengan tulisan tersebut. Bilamana terdapat dua pandangan yang membingungkan, maka reviewer dapat mencurigai identitas penulis dengan cara memberitahukan kepada dewan redaksi bahwa tulisan ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
  5. Ketepatan: Reviewer harus bekerja pada jangka waktu yang disepakati. Reviewer hanya setuju untuk meninjau/mengulas naskah jika mereka cukup yakin mereka dapat menyampaikan hasil ulasannya dalam waktu yang disepakati bersama. Reviewer harus menginformasikan kepada pengurus jurnal segera jika memerlukan perpanjangan waktu untuk mengulas naskah.