http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/index.php/jurnaljalanjembatan/issue/feed Jurnal Jalan-Jembatan 2020-01-20T02:38:54+00:00 Didin Saripudin, SH didin.saripudin@pusjatan.pu.go.id Open Journal Systems <div class="row"> <div class="col-sm-5"><img class="img-responsive" src="/public/site/images/tcpangestu/cover_jurnal_tmb.jpg" alt=""></div> <div class="col-sm-7"> <p style="line-height: 1.2; font-size: 1em; text-align: justify; margin-left: 10px; margin-right: 10px;">Redaksi Jurnal Jalan-Jembatan, mengundang para pembuat keputusan, akademisi, peneliti, praktisi, pemerhati masalah jalan dan jembatan untuk berkontribusi menulis naskah ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, pengembangan, kajian atau gagasan dalam bidang jalan dan jembatan pada JURNAL JALAN-JEMBATAN yang diterbitkan oleh Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Badan Litbang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.</p> <ul> <li class="show"><span style="color: #274776; font-size: 1.2em;"><strong> ISSN</strong> <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180426315&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">1907-0284</a> <strong>(versi cetak)</strong></span></li> </ul> <ul> <li class="show"><span style="color: #274776; font-size: 1.2em;"><strong> ISSN</strong>-L <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1465282996&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2527-8681</a> <strong>(versi elektronik) </strong></span></li> </ul> <p style="line-height: 1.2; font-size: 1em; text-align: justify; margin-left: 10px; margin-right: 10px;">Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi <strong>Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan</strong>. Terbit pertama kali tahun 1984, dengan frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Mulai tahun 2016 terbit dengan frekuensi dua kali setahun, dalam versi cetak dan versi elektronik.</p> <img class="img-responsive" src="/public/site/images/tcpangestu/sertifikat.jpg" alt="sertifikat akreditasi"> <p style="line-height: 1.2; font-size: 1em; text-align: justify; margin-left: 10px; margin-right: 10px;">&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; font-size: 1em; text-align: justify; margin-left: 10px; margin-right: 10px;">&nbsp;</p> </div> </div> http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/index.php/jurnaljalanjembatan/article/view/830 ESTIMASI PERIODE RAMP-UP LALU LINTAS JALAN TOL DALAM KOTA 2019-12-31T07:03:25+00:00 Yussi Meviany Yussi141@gmail.com Tri Basuki Joewono vftribas@unpar.ac.id Andreas Wibowo andreaswibowo1@yahoo.de <p>ABSTRAK<br>Dalam rangka meningkatkan pembangunan, pemerintah secara masif melakukan pembangunan infrastruktur jalan tol. Sumber pendanaan investasi jalan tol dengan skema KPBU sebagian besar berasal dari pinjaman, sehingga menuntut investor untuk dapat mengatur cash flow agar selalu dapat melakukan pembayaran utang. Pendapatan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap cash flow, sedangkan pendapatan itu sendiri sangat bergantung kepada volume lalu lintas. Keakuratan peramalan volume lalu lintas sebagai refleksi dari pendapatan memiliki peranan penting dalam menentukan studi kelayakan investasi jalan tol. Salah satu sumber risiko dalam proyek transportasi adalah durasi serta signifikansi dari periode transisi antara awal operasi sampai pada saat tingkat lalu lintas stabil, periode ini dikenal dengan istilah periode ramp-up. Studi ini menggunakan data bulanan volume lalu lintas pada 4 ruas studi kasus sebagai entri data dan menggunakan bantuan perangkat lunak Minitab dalam melakukan analisis. Dari analisis regresi diketahui profil distribusi volume lalu lintas yang menggambarkan jalan tol di Indonesia adalah model dengan bentuk konkaf yang artinya volume lalu lintas memiliki kecenderungan meningkat dari waktu ke waktu dan rasio pertumbuhan lalu lintas yang signifikan terjadi diawal pembukaan layanan. Dari hasil analisis uji-F diketahui JORR memiliki durasi ramp-up paling singkat yaitu 9 bulan dan BORR, Waru-Juanda dan Bali Mandara masing-masing 42, 44 dan 48 bulan. <br>Kata Kunci: ramp-up, jalan tol, pertumbuhan lalu lintas, uji F, regresi, risiko lalu lintas </p> 2019-12-30T15:06:15+00:00 Hak cipta (c) tes tes http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/index.php/jurnaljalanjembatan/article/view/829 ANALISIS NON-LINIER PENAMPANG PILAR JEMBATAN BETON BERTULANG YANG TERBEBANI DIPERKUAT DENGAN JAKET BETON 2019-12-31T06:59:01+00:00 Daniel Dixon Octora danielsimarmata@gmail.com <p><strong><em>ABSTRAK</em></strong></p> <p><em>Dalam banyak praktik desain, asumsi yang sering digunakan pada perkuatan elemen struktur beton sering mengabaikan kondisi elemen struktur beton yang</em><em> telah</em><em> terbebani</em> <em>(initial load)</em><em>. Elemen struktur beton yang terbebani oleh beban eksisting mengakibatkan penampang eksisting telah mengalami regangan sebelum perkuatan diaplikasikan. Makalah ini akan mengkaji parameter tersebut dalam analisis non-linier penampang beton bertulang yang diperkuat dengan metode </em><em>jaket</em><em> beton. Penampang pilar hollow akan dianalisis sebagai contoh, dimana parameter initial load dipertimbangkan dalam dua kondisi yaitu di atas dan di bawah titik leleh penampang eksisting. Analisis non-linier penampang perkuatan dilakukan dengan mengembangkan suatu paket program komputer yang disusun dalam bahasa program Matlab dengan pendekatan fiber section untuk memperoleh kurva hubungan momen-kurvatur yang diperoleh dengan tercapainya kondisi keseimbangan gaya dengan asumsi bahwa penampang eksi</em><em>s</em><em>ting memiliki kekakuan yang sama akibat adanya perkuatan sementara sebelum aplikasi </em><em>jaket</em><em> dan ikatan sempurna terjadi pada hubungan antarmuka beton lama-baru. Perbandingan kapasitas dan daktilitas penampang perkuatan akan dianalisis pada kondisi dimana parameter initial load dihitung dibandingkan dengan pendekatan monolit. Objek penelitian diterapkan pada jembatan Cisomang yang terletak pada ruas tol Cipularang, dimana pada tahun 2016, pilar jembatan mengalami retak dikarenakan pergeseran fondasi akibat akumulasi pergerakan tanah pada sungai Cisomang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter </em><em>pengaruh </em><em>initial load </em><em>terhadap </em><em>kapasitas penampang</em><em> tidak signifikan</em><em> jika dibandingkan dengan pendekatan monolit (≤ 7%).</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>jaket</em><em> beton, pemrograman, Matlab, initial load, momen-kurvatur, pilar jembatan.</em></p> 2019-12-30T15:14:23+00:00 Hak cipta (c) tes tes http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/index.php/jurnaljalanjembatan/article/view/908 EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR BAJA BERGELOMBANG BERDASARKAN TIPE DAN KETEBALAN 2019-12-31T06:51:18+00:00 Hardiansyah Putra Hardiansyah.putra@pusjatan.pu.go.id <p><strong><em>ABSTRAK</em></strong></p> <p><em>Material konstruksi struktur baja bergelombang mempunyai tiga tipe yaitu standar, deep dan superdeep. Tiga tipe ini dibedakan dari dimensi penampang sehingga terdapat perbedaan nilai momen inersia, semakin besar momen inersia maka bentang maksimum yang diaplikasikan bisa semakin lebar. Di Indonesia material konstruksi ini sudah difungsikan sebagai struktur jembatan. Penilaian kekuatan konstruksi struktur baja bergelombang berdasarkan tiga kriteria yaitu compression failure, plastic hinge, dan connection failure. Pada saat perencanaan diperlukan iterasi perhitungan untuk mendapatkan pemilihan tipe dan ketebalan yang optimum, maka dilakukan perhitungan dan analisis pada lebar bentang 15 meter dengan bentuk konstruksi setengah lingkaran agar diketahui peningkatan persentase kekuatan setiap perubahan tipe dan ketebalan baja yang digunakan. Metode perhitungan berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh Canadian Highway Bridge Designs Code. Berdasarkan hasil perhitungan semakin besar nilai momen Inersia akan semakin menambah kekuatan dari struktur baja bergelombang. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata penambahan kekuatan 3 parameter tinjauan pada masing-masing tipe dan ketebalan baja adalah untuk tipe standar kenaikan rata-rata nilai wall strength compression sebesar 9%, kenaikan rata-rata seam strength 3% dan kenaikan rata-rata plastic hinge 11%. Untuk tipe deep kenaikan rata-rata nilai wall strength compression sebesar 24%, kenaikan rata-rata seam strength 25% dan kenaikan rata-rata plastic hinge 19%. Untuk Tipe Superdeep kenaikan rata-rata nilai wall strength compression sebesar 41%, kenaikan rata-rata seam strength 27% dan kenaikan rata-rata plastic hinge 34%. Hasil tersebut memperlihatkan kenaikan rata-rata kekuatan tertinggi ada pada tipe baja bergelombang tipe superdeep.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em>: </em><em>struktur baja bergelombang, momen inersia, kekuatan dinding dalam tekanan, kekuatan sambungan.</em></p> 2019-12-31T03:17:08+00:00 Hak cipta (c) tes tes http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/index.php/jurnaljalanjembatan/article/view/915 PEMANFAATAN KENDARAAN SURVEI JARINGAN JALAN UNTUK MENGUMPULKAN DATA UJI LAIK FUNGSI JALAN 2019-12-31T06:49:24+00:00 Natalia Tanan natalia.tanan@gmail.com Wira Putranto wira.putranto@pusjatan.pu.go.id Ade Solihin ade.solihin@pusjatan.pu.go.id <p><em>Pemenuhan kelaikan fungsi jalan menjadi tujuan penyelenggara jalan bagi terwujudnya jalan andal sesuai amanat undang-undang. Untuk memastikan suatu ruas jalan disebut laik atau tidak, maka dilaksanakan suatu uji yang meliputi pemeriksaan fisik jalan dan pemeriksaan dokumen penyelenggaraan jalan. Pemeriksaan fisik jalan yang telah berjalan selama ini masih dilakukan melalui pengumpulan data serta pengisian formulir secara manual. Oleh karena itu untuk mempermudah dan mempercepat pengumpulan data serta pelaporan hasil survei kondisi jalan, dapat dilakukan pemanfaatan aplikasi teknologi informasi. Untuk itu dalam makalah ini dilakukan pengembangan aplikasi laik fungsi jalan pada kendaraan surve</em><em>i</em><em> jaringan jalan menggunakan hawkeye processing toolkit. Selanjutnya dilakukan analisis berapa banyak fokus penilaian </em><em>l</em><em>aik </em><em>f</em><em>ungsi </em><em>j</em><em>alan yang dapat dikumpulkan dan diolah menggunakan kendaraan survei jaringan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kendaraan survei jaringan jalan dapat dimanfaatkan untuk pengumpulan serta pengolahan data uji laik fungsi jalan serta dapat mereduksi 45% dari total data yang harus dikumpulkan dan diolah secara manual.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>la</em><em>ik </em><em>f</em><em>ungsi </em><em>j</em><em>alan, kendaraan survey jaringan jalan, hawkeye processing toolkit, </em><em>f</em><em>ormulir </em><em>survei</em><em>, </em><em>p</em><em>emeriksaan </em><em>f</em><em>isik </em><em>j</em><em>alan</em></p> 2019-12-31T03:20:22+00:00 Hak cipta (c) tes tes http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/index.php/jurnaljalanjembatan/article/view/922 KENDARAAN DESAIN UNTUK PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN DI INDONESIA 2020-01-13T03:34:42+00:00 Greece Maria Lawalata greece.maria@pusjatan.pu.go.id Faisal Rahman faisal.rahman@pusjatan.pu.go.id Ida Rumkita Sebayang ida.rumkita@pusjatan.pu.go.id Vera Gardenia vera.gardenia@pusjatan.pu.go.id Sri Amelia sri.amelia@pusjatan.pu.go.id Harlan Pangihutan harlan.pangihutan@pusjatan.pu.go.id Parbowo - parbowo@pusjatan.pu.go.id <p><em>Kendaraan desain adalah kendaraan yang dipilih untuk mempresentasikan semua kendaraan yang berada di jalan. Kendaraan desain diperlukan untuk merancang geometrik jalan dan perkerasan jalan. Kendaraan desain yang digunakan untuk perancangan geometrik jalan dimaksudkan untuk mengetahui radius putar, pola pelebaran lintasan, jarak pengereman, tinggi mata pengemudi, kemampuan melakukan percepatan dan perlambatan, dll. Produk kendaraan pada saat ini telah meningkat dengan pesat sehingga perlu ditentukan kembali. Makalah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kendaraan desain dan tinggi mata pengemudi berdasarkan dominasi panjang kendaraan-kendaraan &lt;9 meter (kelas jalan 3), &lt;12 meter (kelas jalan 2), &lt;18 meter (kelas jalan 1) yang beredar pada saat ini melalui data sekunder dan primer dengan cara analisis deskriptif. Pengelompokan kendaraan disesuaikan dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No. 22/2009. Data sekunder adalah data jenis dan dimensi kendaraan yang beredar. Data primer adalah data identifikasi kelompok merek kendaraan yang melalui 21 ruas jalan kelas-kelas 1, 2, dan 3 di Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Jawa. Analisis dilakukan terhadap dominasi panjang kendaraan, dominasi kendaraan yang melewati 21 ruas jalan, persentile panjang kendaraan ke-85, penentuan kendaraan desain. &nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya 12 kendaraan desain yang meliputi 3 kendaraan mobil penumpang (tinggi mata pengemudi 1,5m), 2 bis (tinggi mata pengemudi 1,9m), dan 7 truk berbagai ukuran (tinggi mata pengemudi 2,2-2,3). Penggunaan kendaraan desain tersebut adalah memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci:</em></strong><em> dominasi kendaraan, kendaraan desain, dimensi kendaraan, tinggi mata pengemudi, tata cara geometrik jalan.</em></p> 2019-12-31T06:27:51+00:00 Hak cipta (c) tes tes http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/index.php/jurnaljalanjembatan/article/view/925 Bagian Depan 2020-01-20T02:36:43+00:00 herma nurulaeni herma.nurulaeni@pusjatan.pu.go.id <p>Bagian ini berisi cover, daftar isi dan kumpulan abstrak</p> 2019-12-31T00:00:00+00:00 Hak cipta (c) tes tes http://jurnal.pusjatan.pu.go.id/index.php/jurnaljalanjembatan/article/view/926 Bagian Belakang 2020-01-20T02:38:54+00:00 herma nurulaeni, 18456631 idherma@gmail.com <p>Bagian Belakang berisi indeks dan ketentuan penulisan pada jurnal jalan-jembatan</p> 2019-12-31T00:00:00+00:00 Hak cipta (c) tes tes