EVALUASI PREDIKSI UMUR SISA PERKERASAN LENTUR METODE PEDOMAN 2005, AASHTO 1993, DAN BACKCALCULATION

Isi Artikel Utama

Aloysius Tjan

Abstrak

Evaluasi kondisi perkerasan lentur antara lain dapat dilakukan berdasarkan pengukuran lendutan vertikal di permukaan perkerasan. Alat FWD adalah salah satu yang dapat digunakan untuk tujuan ini. Analisis pengujian lendutan yang diperoleh antara lain metode backcalculation, AASHTO 1993, maupun Pedoman 2005. Analisis umur sisa perkerasan dari Pedoman 2005 berdasarkan sebuah lendutan di pusat beban pada temperatur standar 35oC dan beban standar 4.08 ton serta kondisi muka air tanah lapis tanah dasar – tanpa melalui proses evaluasi modulus dari struktur perkerasan eksisting. Sedangkan AASHTO menggunakan dua buah lendutan, yaitu sebuah lendutan yang cukup jauh dari pusat beban dan lendutan di pusat beban pada temperatur standar 68oF. AASHTO mengevaluasi modulus lapis tanah dasar dan modulus struktur perkerasan di atas lapis tanah dasar – sebelum akhirnya tiba pada prediksi umur sisa. Backcalculation menghasilkan prediksi modulus setiap lapis struktur perkerasan yang dimodelkan. Umur sisa dihitung dengan menggunakan korelasi repetisi beban dan nilai struktur AASHTO 1993. Hasil modulus lapis tanah dasar MICHBACK lebih besar (114.6%) daripada metode AASHTO. Nilai struktural efektif di atas lapis tanah dasar MICHBACK lebih kecil (92.32%) daripada AASHTO, Kombinasi perbedaan ini menghasilkan umur sisa MICHBACK sebesar 70.6% AASHTO. Sedangkan umur sisa Pedoman 2005 sebesar 125.8% MICHBACK. Jika backcalculation dijadikan acuan, maka umur sisa AASHTO perlu dikalikan dengan faktor 0.706, sedangkan Pedoman 2005 dengan faktor 0.7

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan