EFEKTIFITAS MATERIAL RINGAN MORTAR-BUSA SEBAGAI TIMBUNAN OPRIT PADA KONSTRUKSI STRUKTUR TURAP

Isi Artikel Utama

Suantoro Wicaksono
Maulana Iqbal

Abstrak

Salah satu permasalahan di bidang geoteknik adalah stabilitas lereng. Pada lereng timbunan, khususnya pada oprit jembatan, pengaruh tekanan lateral terhadap abutment harus diperhatikan. Timbunan pada oprit biasanya menggunakan material pilihan yaitu timbunan tanah dengan berat jenis antara 1,6 – 1,8 t/m3, yang mana semakin tinggi timbunan maka semakin besar tekanan lateral yang terjadi. Penggunaan timbunan ringan mortar busa dapat mereduksi pengaruh tekanan lateral, bahkan secara teoritis dapat mereduksi tekanan menjadi hanya sebesar 0,1 kPa. Studi kasus dilakukan pada oprit Jembatan Randu Merak, Probolinggo. Pada lokasi tersebut dipasang instrumen pressure cell untuk memantau tekanan lateral yang terjadi. Pressure cell terpasang pada dasar timbunan dan pada sheet pile. Metode yang digunakan adalah membandingkan besarnya tekanan lateral yang terjadi pada timbunan oprit jembatan dengan menggunakan tanah sebagai timbunan dan material ringan mortar-busa sebagai pengganti timbunan tanah. Tekanan lateral pada timbunan tanah dihitung secara teoritis, sedangkan tekanan lateral pada timbunan ringan didapatkan dari hasil bacaan pressure cell. Berdasarkan hasil perhitungan tekanan lateral maksimum yang ditimbulkan akibat timbunan tanah adalah sebesar 29,58 kPa, sedangkan dari hasil bacaan pressure cell besarnya tekanan lateral yang ditimbulkan akibat timbunan ringan sebesar 1,37 kPa. Sehingga didapatkan bahwa penggunaan timbunan ringan mortar-busa dapat mereduksi nilai tekanan lateral hingga sebesar 97,35 % .
 
Kata Kunci: tekanan lateral, material ringan, mortar-busa, oprit, lereng

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan