PENGARUH PENGURANGAN 4 LAJUR MENJADI 3 LAJUR DI JALAN TOL TERHADAP TUNDAAN DAN ANTRIAN

Isi Artikel Utama

Ade Syura Saputra
Nahdalina -

Abstrak

Bottleneck adalah fenomena berkurangnya kecepatan kendaraan yang disebabkan penyempitan jalan, pengurangan lajur, kecelakaan atau adanya satu kendaraan yang bergerak lambat. Secara umum, fenomena tersebut dapat didekatkan dengan Analisis Shock Wave atau Gelombang Kejut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Gelombang Kejut, Nilai Antrian, dan Nilai Tundaan yang terjadi karena adanya bottleneck. Lokasi penelitian dilakukan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek Km. 26. Jalan tersebut memiliki empat lajur tetapi terdapat hambatan samping sehingga hanya tiga lajur yang beroperasi. Penelitian dilakukan dalam waktu 120 menit dari pukul 09.00 sampai 11.00. Hubungan karakteristik lalu lintas akan diuji menggunakan tiga pendekatan yaitu, Model Linier Greenshields, Model Logaritmik Greenberg, dan Model Eksponensial Underwood. Hasil uji statistik dari tiga pendekat tersebut menunjukkan bahwa Model Greenshields menghasilkan Analisis Korelasi dan Uji Signifikasi lebih baik dibandingkan Model Greenberg dan Model Underwood. Analisis Gelombang Kejut dengan menggunakan pendekat Model Greenshields menghasilkan formulasi, jika Permintaan Arus (V) = 5292 smp/jam/4-lane dengan Kerapatan (D) = 121.56 smp/km/4-lane, maka menghasilkan Nilai Gelombang Kejut Bentukan Mundur (ωAB) = -116.56 km/jam, Gelombang Kejut Pemulihan Mundur (ωBC) = -74.33 km/jam, dan Gelombang Kejut Bentukan Maju (ωAC) = -23.98 km/jam. Berdasarkan Nilai Gelombang Kejut dan Permintaan Arus tersebut, akan mengakibatkan Antrian (N) = 155 smp/3-lajur dan Tundaan (T) = 77.62 smp.menit/3-lajur.
 
Kata kunci: gelombang kejut, Greenshields, Greenberg, Underwood, antrian, tundaan.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan