THE PENGARUH PENGKONDISIAN TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL PANAS DAUR ULANG DENGAN KADAR RAP TINGGI

Isi Artikel Utama

Dani Hamdani
Nono -

Abstrak

Perancangan dan pelaksanaan campuran beraspal panas daur ulang akan  sukses apabila dibuktikan dengan kinerja campuran beraspal yang baik di laboratorium dan lapangan. Kinerja campuran beraspal panas daur ulang (ACWCRAP) yang diuji yaitu pengujian parameter Marshall, ketahanan terhadap deformasi, dan pengujian ketahanan terhadap retak lelah (fatik). Benda uji yang digunakan adalah yang  telah dikondisikan di dalam oven pemanas dan yang tidak dikondisikan/standar sesuai dengan prosedur AASHTO R30-02. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pengkondisian terhadap kinerja campuran beraspal panas daur ulang dengan RAP tinggi. Yang dimaksud dengan penggunaan RAP tinggi adalah penggunaan bahan RAP dalam campuran beraspal panas daur ulang dengan 3 variasi penggunaan bahan RAP sebesar (60%, 80% dan 100%). Kesimpulan dari percobaan ini adalah semua sifat campuran beraspal memenuhi persyaratan. Nilai stabilitas ACWCPolimer adalah setara dengan ACWC dengan 100% RAP, namun untuk nilai stabilitas dengan benda uji dikondisikan (STOA) diperoleh stabilitas ACWC dengan 100% RAP lebih tinggi. Stabilitas ACWC dengan 60% RAP dan 80% RAP lebih rendah dari stabilitas ACWCPolimer. Stabilitas dengan benda uji STOA ACWCPolimer setara dengan ACWC dengan 80% RAP, sedangkan untuk ACWC dengan 60% RAP masih lebih rendah dari stabilitas ACWCPolimer. Semua campuran memenuhi persyaratan untuk nilai stabilitas dinamis. ACWCRAP dengan penggunaan RAP makin banyak maka lebih tahan terhadap deformasi, baik untuk benda uji fresh maupun yang STOA. ACWC dengan 100% RAP lebih tinggi dari ketahanan deformasi ACWCPolimer, namun untuk benda uji yang STOA maka ketahanan deformasi ACWCPolimer lebih tinggi daripada campuran beraspal lainnya. Berdasarkan fakta tersebut, kinerja ketahanan deformasi ACWCPolimer lebih baik dibandingkan ACWCRAP. Mengacu terhadap regangan tarik izin campuran beraspal sebesar 100 µɛ maka campuran ACWCRAP, untuk benda uji yang fresh dan STOA lebih tahan fatik daripada ACWCPolimer. Membandingkan antara ketiga proporsi ACWCRAP, yang menggunakan 100% RAP adalah yang paling tahan fatik.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan
Penulis Biografi

Dani Hamdani, Pusjatan, Balitbang, Kementerian PUPR

Peneliti Muda