STABILISASI TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN KAPUR DIEVALUASI DARI NILAI CBR UNSOAKED

Isi Artikel Utama

Anis Fajar Sajati
Sri Wulandari

Abstrak

Salah satu kekuatan atau kekokohan suatu konstruksi ditentukan oleh kualitas bahan dasar yang dipergunakan. Seperti pada konstruksi jalan, sebagai bahan dasar (subgrade) juga sangat menentukan kekuatan jalan. Kualitas tanah asli pada daerah Hambalang kecamatan Citeureup, Bogor mempunyai daya dukung (kepadatan kering, CBR) rendah 1,9%, sehingga dapat menyebabkan konstruksi jalan akan cepat mengalami kerusakan. Stabilisasi tanah yang dilakukan pada penelitian ini adalah stabilisasi dengan cara kimiawi dan bahan campuran yang dipilih adalah abu sekam padi (ASP) dan kapur (Lime). Pengujian ini di lakukan dengan tanah lempung dengan menambah campuran abu sekam dan kapur dalam variasi persentase berat lempung sebesar 0%, 4%, 8% dan 12% dari berat kering tanah, dengan pengujian CBR Unsoaked tanpa pemeraman. Perbandingan antara kapur dan abu sekam padi adalah 50% : 50% dan masing-masing campuran dibuat sebanyak 3 sampel. Kadar air pada tanah asli sebesar 7,52% menurun menjadi 49,50% pada variasi 12%. Nilai CBR tanah meningkat secara signifikan. CBR pada tanah asli sebesar 1,9% meningkat menjadi 8,0% pada campuran abu 2% dan kapur 2%, kemudian mengalami peningkatan pada campuran abu 4% dan kapur 4% yaitu 30,1%, dan pada campuran abu 6% dan kapur 6% mengalami penurunan menjadi 10,7%. Dapat disimpulkan bahwa pada percampuran 8% diperoleh nilai CBR sebesar 30,1%.Kata Kunci: Stabilisasi, jalan, tanah lempung, campuran, optimum, CBR

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan