ESTIMASI PERIODE RAMP-UP LALU LINTAS JALAN TOL DALAM KOTA

Isi Artikel Utama

Yussi Meviany
Tri Basuki Joewono
Andreas Wibowo

Abstrak

ABSTRAKDalam rangka meningkatkan pembangunan, pemerintah secara masif melakukan pembangunan infrastruktur jalan tol. Sumber pendanaan investasi jalan tol dengan skema KPBU sebagian besar berasal dari pinjaman, sehingga menuntut investor untuk dapat mengatur cash flow agar selalu dapat melakukan pembayaran utang. Pendapatan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap cash flow, sedangkan pendapatan itu sendiri sangat bergantung kepada volume lalu lintas. Keakuratan peramalan volume lalu lintas sebagai refleksi dari pendapatan memiliki peranan penting dalam menentukan studi kelayakan investasi jalan tol. Salah satu sumber risiko dalam proyek transportasi adalah durasi serta signifikansi dari periode transisi antara awal operasi sampai pada saat tingkat lalu lintas stabil, periode ini dikenal dengan istilah periode ramp-up. Studi ini menggunakan data bulanan volume lalu lintas pada 4 ruas studi kasus sebagai entri data dan menggunakan bantuan perangkat lunak Minitab dalam melakukan analisis. Dari analisis regresi diketahui profil distribusi volume lalu lintas yang menggambarkan jalan tol di Indonesia adalah model dengan bentuk konkaf yang artinya volume lalu lintas memiliki kecenderungan meningkat dari waktu ke waktu dan rasio pertumbuhan lalu lintas yang signifikan terjadi diawal pembukaan layanan. Dari hasil analisis uji-F diketahui JORR memiliki durasi ramp-up paling singkat yaitu 9 bulan dan BORR, Waru-Juanda dan Bali Mandara masing-masing 42, 44 dan 48 bulan. Kata Kunci: ramp-up, jalan tol, pertumbuhan lalu lintas, uji F, regresi, risiko lalu lintas

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan