OPTIMASI PEMANFAATAN MATERIAL LOKAL UNTUK LAPIS FONDASI PERKERASAN JALAN

Isi Artikel Utama

Nyoman Suaryana
Silvester Fransisko

Abstrak

Material lokal berupa campuran pasir dan batu atau yang sering dikenal dengan istilah sirtu, termasuk sirtu batu kapur atau batu karang banyak dijumpai di Indonesia yang pada saat ini umumnya tidak dapat digunakan secara langsung untuk lapis fondasi perkerasan jalan karena kualitasnya rendah (substandar). Pemanfaatan material lokal tersebut untuk lapis fondasi perkerasan jalan sangat penting terutama pada daerah-daerah terluar dan terpencil yang tidak mempunyai sumber material berkualitas sesuai yang ditentukan dalam spesifikasi, seperti di perbatasan NTT – Timor Leste, Trans Papua dan Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stabilisasi dengan semen untuk mengoptimalkan kekuatan material lokal substandar. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental melalui pengujian di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilisasi material lokal substandar dengan semen dapat menghasilkan nilai kekuatan tekan yang cukup tinggi. Nilai kekuatan tekan semakin tinggi sesuai dengan meningkatnya persentase kadar semen yang digunakan. Mengacu pada nilai kekuatan tekan yang dihasilkan (umumnya 24-40 kg/cm2) maka material lokal substandar dapat digunakan untuk lapis fondasi perkerasan jalan, dan untuk pemanfaatan atau penerapannya di lapangan, diperlukan spesifikasi sebagaimana yang direkomendasikan berdasarkan hasil penelitian ini.
Kata Kunci: lapis fondasi jalan, material lokal substandar,sirtu, stabilisasi dengan semen, kekuatan tekan

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan