PENGARUH PENGKONDISIAN CAMPURAN BERASPAL PANAS TERHADAP KETAHANAN ALUR DAN FATIK

Dani Hamdani, Nono -

Sari


Benda uji campuran beraspal panas yang disiapkan di laboratorium memiliki kinerja campuran yang berbeda dengan yang diproduksi di unit produksi campuran beraspal. Salah satu perbedaannya adalah lamanya antara rentang waktu pencampuran dan pemadatan campuran beraspal. Hal demikian sangat berpengaruh terhadap tingkat penuaan aspal atau proses oksidasi dari campuran beraspal panas yang disiapkan di laboratorium dan yang diproduksi di unit produksi campuran beraspal. AASHTO R30-02 merekomendasikan untuk pengujian di laboratorium pembuatan benda ujinya  dilakukan pengkondisian. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pengkondisian campuran beraspal panas terhadap ketahanan terhadap alur dan fatik. Campuran beraspal panas lapis aus dibuat 2 tipe, yaitu yang dikondisikan di dalam oven pemanas selama 4 jam ± 5 menit pada temperatur yang setara temperatur 135 ± 3 oC dan yang tidak dikondisikan/standar. Berdasarkan hasil kajian di laboratorium dapat diambil kesimpulan, yaitu penurunan nilai penetrasi berturut turut sebesar 22 % dan  17 % pada campuran AC-WC Pen-60 dan ACWC-Polimer yang dikondisikan lebih besar daripada nilai penurunan penetrasi pada Aspal Pen-60 dan aspal Polimer berturut turut sebesar 19 % dan 11 % akibat simulasi penuaan aspal dengan pengujian RTFOT. Campuran beraspal panas AC-WC Pen-60 dan ACWC-Polimer yang mengalami pengkondisian di laboratorium akan mengalami penuaan dan meningkatkan kekakuan campuran beraspal sehingga mempengaruhi ketahanan terhadap alur dan fatik campuran tersebut dengan nilai 5596 MPa dan 3848 MPa dibandingkan dengan kekakuan campuran beraspal panas AC-WC Pen-60 dan ACWC-Polimer standar sebesar 4465 MPA dan 2899 MPa

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alavi, M.Z. 2015. Modification of the Rolling Thin Film Oven (RTFO) Test for Realistic Short-term Aging of Asphalt Rubber Binders. 52nd Petersen Asphalt Research Conference. Wyoming: Western Research Institute.

American Association of State Highway and Transportation Officials. 2012. “Standard Method of Test Determining the Fatigue Life of Campacted Asphalt Mixtures Subjected to Repeated Flexural Bending”. AASHTO T 321-07 (2011). Standard Spesifications for Transportation Materials and Methods of Sampling and Testing 32nd Edition. Part 2B Tests. Washington, D.C.: AASHTO.

--------. 2014. “Standar Practice for Mixture Conditioning of Hot Mix Asphalt (HMA)”. AASHTO R 30-02 (2010). Standard Spesifications for Transportation Materials and Methods of Sampling and Testing 34th Edition. Part 1B Specification. Washington, D.C.: AASHTO.

American Society for Testing and Material. 2014a. “Standard Test Methods for Quantitative Extraction of Bitumen From Bituminous Paving Mixture”. ASTM D2172-2011. Annual Book of ASTM Standards, section 04, volume 04.03. Road and Paving Materials; Vehicle-Pavement System. West Conshohocken: ASTM International.

---------. 2014b. “Standard Practice for Recovery of Asphalt from Solution Using the Rotary Evaporator”. ASTM D5404-2012. Annual Book of ASTM Standards, section 04, volume 04.03. Road and Paving Materials; Vehicle-Pavement System. West Conshohocken: ASTM International.

Brown, S F and Scholz, T V, 2000. Development of Laboratory Protocols for The Ageing of Asphalt Mixtures. 2nd Eurasphalt & Eurobitume Congress.

Cooper, KE and P.S. Pell. 1974. The effect of mix variables on the fatigue strength of bituminous materials. Transport and Road Research Laboratory Report 633.

Hamdani, D dan Nono. 2014. Pengaruh pengkondisian benda uji terhadap sifat volumetrik campuran beraspal panas lapis aus. Jurnal Jalan-Jembatan 31(1): 1-11.

Hofford,S. 2015. Survey of fatigue resistance quantification of asphalt mixture. International Journal of Advanced and Applied Sciences 2(1): 42-49.

Huber, GA and Decker DS. 1995. Engineering Properties of Asphalt Mixture and The Relantionship to Their Performance. Philadelphia. ASTM.

Indonesia. 2014. Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan Tahun 2010 Revisi 3. Jakarta: Ditjen Bina Marga.

Japan Road Association. 1980. Manual For Design and Construction of Asphalt Pavement. JRA: Tokyo.

Suroso, T.W. 2008. Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Dini Pada Perkerasan Jalan. Jurnal Jalan-Jembatan 25(3): 272-290.

Yolder, E.J and Witczak, M.W. 1975. Principles of Pavement Design Second Edition. Willey: Dallas.

Zora V, Chaminda W, Jiri S and Ludo Z . 2007. Creep characteristics of asphalt modified by radial styrene–butadiene–styrene copolymer. Construction and Building Materials 21(3): 567–577.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Komentar di artikel ini

Lihat semua komentar