KARAKTERISTIK CAMPURAN HANGAT ASBUTON DENGAN BAHAN TAMBAH BERBASIS PARAFIN (CHARACTERISTICS OF WARM MIX ASBUTON WITH WAX BASED ADDITIVE)

Isi Artikel Utama

Nyoman Suaryana
Neni Kusnianti

Abstrak

ABSTRAKPembangunan yang berwawasan lingkungan sudah menjadi tuntutan di seluruh dunia, sehingga isu lingkungan dan penghematan penggunaan bahan bakar menjadi perhatian dunia.  Salah satu metode konstruksi perkerasan jalan yang berwawasan lingkungan adalah campuran beraspal hangat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi karakteristik campuran hangat Asbuton (aspal batu Buton dari Indonesia) dengan bahan tambah berbasis parafin yang dibandingkan dengan karakteristik campuran panas Asbuton.  Metodologi penelitian berupa metode experimental, melalui percobaan di laboratorium.  Studi dimulai dengan pengujian bahan, pembuatan rancangan campuran beraspal dengan metode Marshal, serta pengujian karakteristik campuran beraspal panas dan hangat. Hasil studi menunjukkan campuran hangat menggunakan Asbuton pracampur dan bahan tambah berbasis parafin mempunyai karakteristik campuran yang baik dan memenuhi ketentuan spesifikasi campuran beraspal untuk lapisan aus. Temperatur pencampuran dan pemadatan campuran hangat Asbuton dapat dilaksanakan sekitar 15 ºC lebih rendah dari campuran panas Asbuton, tanpa mengurangi kualitas campuran beraspalnya.  Campuran hangat Asbuton dengan bahan tambah berbasis parafin (dengan nama Leadcap) sebanyak 1 %, mempunyai nilai modulus resilien pada temperatur 25 oC sebesar 2267 MPa, mempunyai ketahanan terhadap alur dengan nilai stabilitas dinamis sebesar 7000 lint/mm, ketahanan terhadap pengaruh air dengan nilai rasio kuat tarik tidak langsung sebesar 94,5 %, ketahanan terhadap kehilangan berat akibat pelepasan butir dengan nilai pelepasan butir sebesar 3,6 %.  Nilai modulus dan ketahanan tersebut lebih baik dibandingkan dengan campuran panas Asbuton.   Sementara ketahanan terhadap retak lelah lebih rendah yang ditunjukkan dengan kemiringan kurva fatigue yang lebih besar.  Kata kunci: campuran hangat, Asbuton, parafin, alur, retak lelah, kehilangan berat akibat pelepasan butir, ketahanan terhadap air ABSTRACTGreen construction technology becomes a necessary in the entire world, so that environmental issues and saving on fuel use have become the world's attention.   One of the green construction technology is warm mix asphalt.  The purpose of this study is to evaluate the characteristics of warm mix Asbuton (Indonesian natural rock asphalt) with wax based additive, compared with the characteristics of hot mix Asbuton. Research methodology is in the form of experimental methods, through experiments and observations in the laboratory.  The study started with testing materials, mix designing with the Marshall method, as well as testing the characteristics of hot and warm mix Asbuton.The results of the study showed that warm mix Asbuton has good characteristics and comply with the specifications for asphalt concrete wearing course.  The mixing and compation temperature of  warm mix Asbuton is  around 15 ºC lower than hot mix Asbuton without decreasing the quality of asphalt mix.  Warm mix Asbuton with 1 % of wax-based additive (known as Leadcap)  has a value of resilient modulus at temperature of 25 oC of  2267 MPa, has rutting resistance by  dynamic stability value of  7000 passing/mm, water  resistance by  indirect tensile strength ratio value of  94.5%, resistance to mass losse raveling with the  value of 3.6 %. The values of modulus and the resistance mentioned are better than hot mix Asbuton.  While fatigue resistance is lower, indicated by the greater slope of the fatigue curve. Keywords: warm mix, Asbuton, wax, rutting, fatigue, mass losse raveling, water resistance

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan