ANALISIS PENANGANAN DAMPAK BAHAYA GERUSAN ALIRAN SUNGAI PADA STRUKTUR PILAR JEMBATAN

Isi Artikel Utama

N. Retno Setiati
Ireng Guntorojati
Elis Kurniawati

Abstrak

Pilar merupakan bagian dari struktur jembatan yang rawan terhadap bahaya gerusan. Proses gerusan dapat menyebabkan terjadinya kegagalan struktur jembatan dan mengganggu aksesibilitas di sekitar wilayah jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bahaya gerusan aliran sungai yang terjadi pada struktur jembatan Cipamingkis di Kabupaten Bogor dalam beberapa periode ulang tertentu. Jembatan Cipamingkis telah diperkuat dengan penggantian dua bentang gelagar beton menjadi satu bentang rangka baja dengan penambahan dimensi pilar. Analisis perhitungan untuk menentukan potensi gerusan dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS. Pemodelan dibuat untuk dua kondisi yaitu kondisi aliran sungai sebelum jembatan runtuh dan setelah jembatan diperbaiki. Parameter yang digunakan dalam analisis potensi gerusan terdiri dari bentuk pilar, debit air, kecepatan aliran air sungai, kondisi dasar sungai, dan material dasar sungai. Hasil analisis yang diperoleh dari program HEC-RAS kemudian dibandingkan dengan beberapa metode empiris antara lain Lauren dan Toch, Froehlich, dan CSU. Kedalaman gerusan berdasarkan metode CSU memberikan hasil yang paling besar dibandingkan dengan metode lain. Hasil perhitungan empiris dengan metode CSU memberikan nilai kedalaman gerusan sebesar 5,64 m untuk periode ulang 100 tahun. Nilai tersebut dapat digunakan pada perhitungan awal desain pilar jembatan karena memberikan hasil yang paling konservatif. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, nilai tersebut  perlu dibandingkan dengan hasil pengukuran gerusan secara langsung di lapangan.
 
Kata kunci: gerusan, pilar, HEC-RAS, jembatan, aliran sungai

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan