PERBEDAAN UTAMA PENGGUNAAN KAPURDAN SEMEN UNTUK BAHAN STABILISASI TANAH

Isi Artikel Utama

Siegfried Siegfried
Nyoman Suaryana
Haliena Armela

Abstrak

Dengan semakin langkanya ketersediaan sumber daya alam akan berpengaruh juga terhadap pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan yang ada. Persoalan ini hanya mungkin diatasi dengan memperbaiki/meningkatkan mutu material yang tersedia disekitar lokasi jaringan jalan tersebut. Untuk itu harus dicari teknologi aplikatif dengan mempertimbangkan berbagai aspek antara lain tipe dan deposit material yang ada serta tingkat keberhasilan yang pernah dicapai. Salah satu teknologi aplikatif tersebut adalah teknologi stabilisasi  dengan menggunakan bahan tambah kapur, semen atau bahan lainnya. Perbedaan utama dari teknologi stabilisasi dengan kapur dan semen adalah pada pemakaiannya untuk suatu jenis tanah. Kapur lebih sesuai depakai untuk jenis tanah berbutir halus dengan PI <= 10 % dan untuk semua tanah berbutir kasar (kurang dari 25% lolos saringan No.200). Stabilisasi tanah dengan kapur dan semen akan meningkatkan kekuatan yang dukung tanah, menurunkan plastisitas, mengurangi permeabilitas dan kembang-surat. Keberhasilan penggunaan teknologi stabilisasi dipengaruhi oleh banyak faktror, antara lain : (i) pemilihan bahan stabilisasi yang tepat sesuia dengan jenis tanah, (ii) ketepatan rancangan campuran, (iii) derajat pencampuran data pemadaan di lapangan , dan (iv) pemeliharaan selama waktu curing

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan