MODEL PEMBEBANAN LALU LINTAS UNTUK TIPIKAL JARINGAN JALAN PERKANTORAN

Isi Artikel Utama

Natalia Tanan

Abstrak

Kota-kota di Indonesia sebagai pusat kegiatan akan selalu menghadapi permasalahan pergerakan kendaraan yang mana memerlukan sarana dan prasarana. Oleh karena itu perlu diteliti mengenai pola pembebanan pergerakan pada jaringan jalan di perkotaan. Oleh karena itu perlu diteliti mengenai pola pembebanan pergerakan pada jaringan jalan di perkotaan. Dengan diketahuinya model pembebanan jaringan, memungkinkan dilakukannya estimasi biaya perjalanan antar zona. Hasil estimasi biaya ini akan menjadi masukan bagi proses peramalan manfaat untuk mengevaluasi kinerja suatu usulan alternatif skema perencanaan yang menjadi tujuan dari sebagian besar studi transportasi, Dalam proses pembebanan rute (Trip Assigment), dikenal beberapa metode untuk menghitung jumlah pembebanan pergerakan (volume lalulintas) pada setiap ruas jalan. Dalam studi ini dicobakan 2 (dua) metode pembebanan pada jaringan jalan Kota Cimahi, yakni : metode All-or-Nothing dan metode Keseimbangan (Equilibrium). Untuk mengetahui metoda pembebanan yang terbaik, arus laluluntas hasil estimasi/pemodelan dibandingkan dengan arus lalu lintas hasil ekspektasi/survey langsung dilapangan. Arus lalu lintas lapangan (ekspektasi) adalah hasil survey arus lalu lintas pada 11 (Sebelas) ruas yang ada dalam wilayah Kota Cimahi yang meliputi pergerakan pada jalan arteri, kolektor serta lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembebanan keseimbangan lebih sesuai diterapkan di jaringan jalan dalam kota Cimahi saat ini, dimana kondisi transportasinya sudah mulai macet di beberapa titik. Namun pada beberapa ruas khususnya ruas jalan di pinggiran kota Cimahi, seperti ruas jalan Ciwaruga-Cibabat, jalan Kolonel Masturi-Lembang, dan jalan Soreang-Nanjung model all-or-nothing lebih sesuai dengan kondisi lapangan (ekspektasi).
 
Kata kunci : arus lalu lintas, jaringan jalan, pembebanan, all-or nothing, equilibrium

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan