PENGGUNAAN KARET ALAM UNTUK MENINGKATKANSIFAT FISIK ASPAL KERAS

Isi Artikel Utama

Iriansyah. AS

Abstrak

Dalam upaya meningkatkan efesiensi penyediaan prasarana jalan, diperlukan berbagai alternatif dan inovasi teknologi bahan jalan untuk diterapkan sesuai dengan tingkat kemampuan yang diharapkan. Penerapan ini mempunyai kaitan antara lain dengan fungsi jalan, beban lalu lintas dan lokasi jalan yang ditangani. Dewasa ini masih sering dijumpai kerusakan dini jalan sebelum mencapai akhir masa pelayanan jalan tersebut terutama pada daerah dengan volume lalu lintas tinggi dan beban kendaraan yang relatip berat. Ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya kerusakan dini jalan menurut penelitian salah satunya adalah penggunaan jenis aspal yang tidak sesuai. Penggunaan aspal dengan penetrasi rendah kurang tahan lama disebabkan proses oksidasi sehingga jalan mengalami retak-retak. Demikian pula jika menggunakan aspal dengan penetrasi tinggi dengan titik lembek aspal yang rendah, sedangkan temperatur permukaan jalan pada siang hari cukup tinggi, akibat beban kendaraan yang berat jalan akan mengalami kerusakan deformasi plastis.
Salah satu alternatif teknologi untuk mengatasi kerusakan tersebut dengan cara menambahkan karet alam kedalam aspal yang dapat meningkatkan sifat fisik aspal sehingga kualitas aspal
meningkat bila dibandingkan dengan aspal konvensional.
Pada penelitian ini jenis karet alam yang digunakan sebagai bahan tambah (aditif) aspal adalah, jenis lateks kebun, lateks pekat (KKK.60) dan karet SIR.20 yang merupakan karet alam hasil perkebunan dalam negri. Jenis karet tersebut mudah diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang memadai untuk keperluan jalan.
Pengujian laboratorium yang dilakukan di Puslitbang Prasarana Transportasi hanya terbatas pada pengujian sifat fisik aspal keras penetrasi 60 tanpa dan dengan penambahan kadar karet yang bervariasi sebesar 1 - 5% terhadap berat aspal. Penambahan sedikit karet alam kedalam aspal penetrasi 60 dapat meningkatkan sifat fisik aspal penetrasi 60 dengan menurunnya penetrasi dan meningkatnya titik lembek, hal ini menyatakan aspal karet lebih tahan terhadap temperatur tinggi, sedangkan nilai daktilitas tidak berubah menyatakan bahwa aspal masih mempunyai sifat elastisitas yang cukup tinggi.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan