PENGARUH ADANYA PARAFIN LILIN TERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL DAN CAMPURAN BERASPAL

Isi Artikel Utama

Tjitjik W Suroso

Abstrak

Aspal yang baik adalah aspal yang berasal dari crude oil yang asphaltic base, namun bahan ini tidaklah terlalu banyak, sehingga dimungkinkan aspal terbuat dari residu crude oil yang mempunyai kandungan campuran antara asphaltic dan parafinic base. Parafin sangat mudah berubah sifatnya hanya dengan perubahan rentang temperatur yang sangat kecil. Oleh karena itu keberadaan parafin lilin dalam aspal akan mengganggu kinerja campuran beraspal sehingga diprediksi dapat menjadi alasan perkerasan mudah mengalami deformasi.
Untuk menetukan pengaruh adanya parafin lilin(wax) terhadap sifat rheologi aspal dan karakteristik campuran digunakan dua macam parafin lilin padat dan cair dengan kadar dari 1% s/d 5% terhadap aspal. Selanjutnya dilakukan pengujian mutu aspal dan karakteristik campuran beraspal dengan Marshalll test, Stabilitas dinamis dengan alat Wheel tracking machine dan Modulus resilien dengan alat UMATTA.
Dari hasil penelitian adanya parafin lilin menurunkan sifat reologi aspal baik perbedaan titik lembek, Penetrasi Indek, Stiffness modulus, Kelekatan terhadap aggregat, dan modulus kekakuan.
Pengaruh adanya parafin lilin juga menurunkan kinerjacampuran beraspal baik dari pengujian Marshall , Stabilitas dinamis, dan Modulus resilien. Pengaruh parafin padat dalam aspal sampai 4% masih dalam kategori aman sedangkan untuk pengujian kelekatan terhadap aggregat pada 2 % parafin telah mempengaruhi daya lekat aspal terhadap aggregat, namun untuk parafin cair batas aman adalah 2%. Walaupun dari hasil pengujian terhadap 70 contoh aspal kesemuanya tidak ada yang melebihi 2%, untuk sementara disarankan batas kadar parafin yang diperbolehkan adalah 2% agar perkerasan tidak mudah terjadi kerusakan secara dini.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan