HUBUNGAN ANTARA INDEKS DURABILITAS DENGAN DURABILITAS ASPAL

Isi Artikel Utama

Madi Hermadi
M. Sjahdanulirwan

Abstrak

Tingkat keawetan aspal perlu diketahui sedini mungkin atau sebelum aspal tersebut diputuskan digunakan untuk bahan perkerasan. Secara prinsip, keawetan aspal dapat dilihat dari segi komposisi kimia. Aspal yang memiliki banyak senyawa reaktif akan kurang awet dibanding aspal yang memiliki banyak senyawa tidak reaktif. Untuk mengukur keawetan ini dibuat suatu perbandingan antara jumlah senyawa yang reaktif dengan jumlah senyawa yang tidak reaktif atau yang disebut indeks durabilitas. Dilain pihak, seiring dengan berkembangnya SUPERPAVE, kini berkembang pula pengujian TFOT dan PAV untuk mensimulasi kondisi aspal pada perkerasan.
Dengan pengujian ini durabilitas aspal dapat diprediksi. Pada tulisan ini disampaikan korelasi antara indeks durabilitas aspal berdasarkan perbandingan komposisi kimia dengan durabilitas aspal hasil pengkondisian dengan TFOT dan PAV. Hasil dari penelitian ini ternyata hubungan antara indeks durabilitas aspal berdasarkan komposisi kimia dengan durabilitas aspal berdasarkan pengkondisian dengan TFOT dan PAV umumnya tidak berarti. Oleh karena itu memprediksikan keawetan aspal sebaiknya berdasarkan simulasi pengkondisian di laboratorium sebagaimana rekomendasi SHRP.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan