ALIRAN LALU LINTAS DAN JARAK GAP OPTIMAL PADA PERSIMPANGAN T

Isi Artikel Utama

Erwin Kusnandar

Abstrak

Lintasan aliran lalu lintas di persimpangan berbentuk T tanpa pengaturan, akan terjadi titik-titik konflik dan daerah potensial terjadinya tabrakan kendaraan. Kejadian konflik dan tabrakan sebagai akibat adanya gerakan dan manuver kendaraan yang berpotongan dan penggabungan. Kendaraan yang akan bergabung dengan arus utamanya yang saling beriringan diperlukan jarak gap yang memadai untuk bisa melakukan penyusupan.
Keputusan untuk menerima atau menolak sebuah jarak gap diserahkan kepada pengemudi pada aliran kendaraan yang bukan prioritas dan dipaksakan. Penerimaan jarak gap untuk gerakan penggabungan kendaraan pada aliran lalu lintas beriringan, tanpa prioritas, dan dipaksakan, dimana saat bergabung membentuk sudut lebih kecil dari 300 akan lebih banyak diterima oleh pengemudi dibandingkan dengan bergabung membentuk sudut lebih besar dari 300. Pernyataan itu dibuktikan dari hasil penelitian secara empiris yang dilakukan di ruas jalan bertipe empat lajur dua arah terbagi (4/2-D).
Penggabungan bersudut lebih kecil dari 300, bisa didapat apa bila pada kaki keluar persimpangan diberi lajur percepatan berupa taper.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan