Pemantauan Penanganan Longsoran Badan Jalan dengan Drainase Horisontal

Isi Artikel Utama

Haliena Armela

Abstrak

Salah satu teknologi alternatif penanganan longsoran adalah drainase horisontal. Pengembangan teknologi penanganan longsoran badan jalan dengan drainase horisontal telah dimulai sejak tahun 1997 dengan uji coba model skala penuh drainase horisontal tipe perforasi alur/garis dan tipe perforasi lobang untuk beberapa variasi kedalaman pada ruas jalan Cikalong-Cariu Km 4+725 (Cariu) yang merupakan jalur alternatif antara Jakarta – Bandung. Tujuan dari penanganan ini adalah untuk menurunkan permukaan air tanah dari tebing/lereng jalan dan mengetahui efektifitas dari penanganan longsoran tersebut. Adapun permasalahan longsoran yang terjadi adalah amblesan badan jalan sepanjang 35 m. Dari analisis data hasil pemantauan di lapangan diketahui antara lain: muka air tanah mengalami penurunan sebesar 0,005 m (pada daerah luar bidang longsor) dan 0,105 m (pada daerah di dalam bidang longsor), tekanan air pori mengalami penurunan 0,2 mH2O pada line 1 dan 0,71 mH2O (pada daerah di dalam bidang longsor), debit air yang dikeluarkan pada outlet drainase horisontal tipe pipa perforasi lubang 0,011 sampai dengan 2,42 L/hari lebih besar dibanding dengan tipe pipa perforasi alur/garis, gerakan tanah permukaan terjadi pada badan dan kaki longsoran sebesar 0,1 sampai dengan 1,1 cm. Dari hasil pemantauan penanganan longsoran dengan konstruksi ini cukup efektif diterapkan pada permasalahan longsoran lereng/tebing maupun badan jalan dengan faktor penyebab akibat air tanah (water tabel) yang tidak terkendali pada tanah permeabel (lolos air). Tipe pipa perforasi yang lebih efektif digunakan adalah tipe lubang.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan