Hubungan antara Komposisi Kimia Aspal dan Sifat Rheologi Aspal

Isi Artikel Utama

Tjitjik Wasiah Suroso

Abstrak

Tulisan ini merupakan hasil penelitian hubungan antara sifat kimia aspal dan sifat fisik / rheologi aspal dari beberapa contoh aspal sebagai bahan perkerasan jalan.  Penelitian ini dilakukan dengan cara 1) analisa kimia antara lain kadar asphalten dan parameter komposisi malten yang merupakan perbandingan antara jumlah fraksi nitrogen base plus Acidafit I dengan Acidafit II plus parafin sebelum dan sesudah pemanasan. 2) Menentukan sifat fisik/rheologi aspal, penetrasi aspal, penurunan berat (penguapan fraksi ringan) sebelum dan setelah pemanasan, Penetrasi ratio (pelapukan) aspal. Penentuan parameter komposisi malten aspal dilakukan dengan cara kelarutan dan pengendapan yang telah dikembangkan oleh Stenberg Rostler. Hasil yang diperoleh adanya hubungan antara parameter komposisi malten, Kadar Asphalten, penetrasi sebelum dan setelah pemanasan. Kadar asphalten identik dengan nilai penetrasi aspal (kekerasan aspal), kadar asphalten tinggi nilai penetrasi aspal rendah. Antara penurunan berat (menguapnya fraksi) aspal tidak sejalan dengan nilai parameter komposisi malten, walaupun terjadinya perubahan fraksi ringan menjadi fraksi padat akibat pemanasan. Secara keseluruhan kurang adanya hubungan antara perubahan sifat kimia aspal akibat pemanasan dengan pelapukan aspal. Hal ini dapat dikatakan bahwa perubahan sifat kimia tidak tentu paralel dengan perubahan sifat fisik aspal. Oleh karena itu dalam mengambil keputusan /menentukan keawetan aspal tidak dapat hanya melihat dari nilai parameter komposisi malten, atau sifat /komposisi kimia aspal belum dapat digunakan sebagai acuan dalam menilai kegagalan suatu perkerasan jalan. Perlu kajian lebih lanjut hubungan antara sifat kimia aspal dengan sifat mekanistik campuran beraspal sehingga dapat digunakan untuk memprediksi keawetan suatu perkerasan jalan.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan