KONSEP PENANGANAN MASALAH KECELAKAAN LALU-LINTAS

Isi Artikel Utama

Hikmat Iskandar

Abstrak

Sejak tiga dasawarsa terakhir, angka kecelakaan lalu-lintas di Indonesia masih cukup tinggi, sekalipun laporan Kepolisian menunjukkan kecenderungan menurun. Pada tahun 1971 dilaporkan 23294 kejadian, dan pada tahun 2003 dicatat 13399. Tingkat korban meninggal akibat suatu kecelakaan lalu-lintas juga masih tinggi, pada tahun 1971 berkisar 11.9% dan pada tahun 2000 naik sampai 39.9%, hal ini diperkirakan naik terus di masa yang akan datang jika tidak ada upaya “menghentikannya”. Ini memperingatkan para pelaku perjalanan dengan kemungkinan yang mengerikan, dari 10000 pemilik kendaraan di Indonesia, dalam satu tahun paling tidak lima “diancam” terlibat kecelakaan lalu-lintas, dan dari 10 korban kecelakaan lalu-lintas, empat “diancam” tewas (39.9%). Dalam mengantisipasi masalah kecelakaan lalu-lintas seperti ini, telah disusun program penanganan kecelakaan lalu-lintas yang telah dimulai diimplementasikan di Indonesia mulai dari Sumatra bagian Utara (Sumut, Riau, Sumbar dan Aceh) dan Bali yang kemudian akan dilanjutkan ke propinsi-propinsi lain.
 
Makalah ini bermaksud menyajikan konsep penanganan masalah kecelakaan lalu-lintas di Indonesia, melingkupi sistem organisasi yang akan dikembangkan di Daerah-daerah termasuk di dalamnya model koordinasi antar unit yang terkait, unit-unit investigasi kecelakaan lalu-lintas, dan teknologinya.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan