MODIFIKASI ASPAL KERAS STANDAR DENGAN BITUMEN ASBUTON HASIL EKSTRAKSI

Isi Artikel Utama

Kurniadji Kurniadji

Abstrak

Dalam kurun waktu belakangan ini, terdapat isu mengemuka pada pekerjaan peraspalan di Indonesia yaitu tidak tercapainya umur rencana perkerasan jalan akibat kerusakan dini berupa alur dan deformasi plastis. Hal ini diprediksi karena campuran beraspal yang digunakan tidak memadai untuk mendukung beban lalu-lintas yang salah satunya diakibatkan dari aspal yang digunakan tidak mempunyai kemampuan untuk ditempatkan pada temperatur tinggi, (sekitar 70oC) yang diindikasikan dari nilai indeks penetrasi (Penetrati on Index, PI) dan kelas kinerja (Performance Grade,PG) yang rendah. Untuk meningkatkan nilai PI dan nilai PG aspal keras standar telah dilakukan kajian penggabungan aspal keras yang mempunyai penetrasi 63(dmm) dan titik lembek 49,9oC dengan bitumen asbuton hasil ekstraksi yang mempunyai nilai penetrasi 28 (dmm) dan titik lembek 64,8oC Berdasarkan persamaan, hasil penggabungan aspal keras standar pen 60 dengan bitumen asbuton meningkatkan nilai PI dari -1,01 pada 0% bitumen asbuton menjadi +0,61 pada 100% bitumen asbuton dan dari PG56 menjadi PG95, namun yang diperlukan di negara kita berdasarkan temperatur tertinggi perkerasan yang ada, aspal modifikasi yang diperlukan adalah aspal dengan PG72 dan PI = 0 yang dapat diperoleh dari penggabungan 31,2% bitumen asbuton dengan 68,8% aspal keras standar. Menggunakan persamaan baku, untuk bitumen asbuton 0% diperoleh nilai kekakuan aspal 9,5 MPa dan nilai kekakuan campuran 3155 Mpa. Untuk 31,2% bitumen asbuton dan 68,8% aspal keras standar, diperoleh nilai kekakuan bitumen 16,4 MPa dan kekakuan campuran beraspal 3707 Mpa, dengan meningkatnya nilai kekakuan, terjadi peningkatan umur dari 4,26 tahun menjadi 5,61 tahun.
 
 
Kata kunci : Indeks Penetrasi, kelas kinerja, Asbuton, Kekakuan

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan