THE LABORATORY PERFORMANCE OF HIGH TEMPERATURE FATIGUE OF MODIFIED WASTE PLASTIC-BITUMEN IN ASPHALT CONCRETE

Isi Artikel Utama

Imam Aschuri
R. Anwar Yamin

Abstrak

Telah diketahui bahwa retak lelah (fatigue cracking) umumnya terjadi pada temperatur sedang yaitu di sekitar temperatur 20oC, oleh sebab itu banyak peneliti telah melakukan penelitian fatig untuk mendapatkan garis regresi fatig pada temperatur antara 5oC sampai dengan 30oC. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui sifat fatig pada aspal yang mengandung bahan tambah polimer berupa plastic dari botol susu bekas (High Density Poly Ethylene, HDPE) pada temperatur antara 20oC-40oC. HDPE digunakan untuk memodifikasi aspal pen 60/70. Pada studi ini, pengaruh HDPE pada sifat dasar aspal di uji pada variasi temperatur. Uji stabilitas Marshall dilaksanakan untuk menentukan kandungan HDPE optimum dan kadar aspal optimum pada campuran beraspal. Dari studi ini diketahui bahwa kandungan HDPE optimum adalah 1,5% terhadap berat aspal. Uji fatig campuran beraspal yang dibuat dengan dan tanpa HDPE dilakukan dengan uji beban berulang dengan tegangan konstan pada temperatur 20oC, 30oC dan 40oC. Dari pengujian ini diketahui bahwa temperature memberikan pengaruh yang siknifikan pada kinerja fatig. Pada temperatur tinggi campuran beraspal memberikan kinerja fatig yang lebih baik. Dari pengujian ini diketahui pula bahwa pada semua variasi temperatur pengujian, kinerja fatig campuran beraspal yang mengandung HDPE adalah lebih baik dibandingkan dengan aspal konvensional.
 
 
Kata kunci: Aspal Modifikasi, Plastik Bekas, Retak Lelah, Campuran, Temperatur Tinggi

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan