UJI COBA TEKNOLOGI DAUR ULANG CAMPURAN DINGIN DENGAN FOAM BITUMEN PADA JALAN PANTURA JAWA BARAT

Isi Artikel Utama

Djoko Widajat

Abstrak

Teknologi daur ulang dapat diaplikasikan pada program pemeliharaan jalan seperti proyek rehabilitasi atau peningkatan jalan. Material daur ulang campuran dingin dapat menggunakan bahan garukan yang berasal dari lapis pondasi maupun permukaan perkerasan yang ada, guna membentuk lapis pondasi baru. Dengan menggunakan bahan pengikat dari foam bitumen dan tambahan aktif filler, akan dihasilkan peningkatan kekuatan (strength) dari campuran dan pengaruh air terhadap campuran dapat dikurangi karena adanya ikatan daripartikel material halus dengan bitumen tersebut. Pembentukan foam bitumen terjadi ketika air dan udara dengan suatu tekanan disemprotkan ke aspal panas dalam suatu ruang pengembangan yang mengakibatkan terjadinya pembusaan aspal secara spontan. Uap yang terjadi pada saat berlangsungnya proses bertemunya air dengan aspal panas, terjebak dalam gelembung-gelembung kecil yang menyebabkan sifat fisik aspal berubah sementara. Adanya pengembangan busa menyebabkan volume aspal bertambah besar namun dalam waktu singkat busa akan menyusut dan volume aspal kembali ke semula. Untuk memproduksi campuran, agregat dicampurkan secepatnya hingga homogen dengan aspal yang masih berbentuk foam. Makin banyak volume foam bitumen yang dihasilkan, makin besar distribusi bitumen dalam campuran. Paper ini menyajikan uraian tentang teknologi daur ulang dengan bahan pengikat foam bitumen yang telah diaplikasikan pada jalur jalan Pantura. Jalur ini merupakan jalur transportasi yang strategis dan ekonomis dengan volume lalu-lintas padat dan beban kendaraan tinggi. Perkerasan jalan yang ada (existing pavement) merupakan perkerasan dengan lapisan permukaan beraspal yang cukup tebal, hasil pelapisan (overlay) yang telah dilaksanakan beberapa kali.
 
 
Kata kunci : daur ulang, foam bitumen, bahan garukan, aktif filler

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan