PENELITIAN JOINT SEALANT UNTUK SAMBUNGAN PERKERASAN BETON SEMEN

Isi Artikel Utama

Leksminingsih Leksminingsih

Abstrak

Untuk memenuhi persyaratan joint sealant pada sambungan perkerasan beton, telah dilakukan pengujian di laboratorium, dimana uji keawetan (wheathering) belum dapat dilakukan. Oleh karena perlu dilakukan uji simulasi pada perkerasan beton dilapangan. Joint sealant dibuat dari bahan dasar aspal pen 60 dengan bahan tambah, baik yang bersifat elastomer maupun yang bersifat plastomer, yang terdapat di Indonesia. Metode yang digunakan untuk pembuatan joint sealant adalah metode eksperimen, dengan beberapa macam variasi campuran dan melalui pemanasan tinggi, minimum pada 170ºC. Pengujian yang dilakukan. antara lain: penetrasi, kelelehan, kelekatan, pemulihan, kelarutan dan keawetan.(ASTM D 3405,2005). Pada penelitian ini didapatkan campuran joint sealant yang telah memenuhi persyaratan ASTM, yaitu campuran yang terdiri dari: aspal pen 60 dengan 3,5% elastomer (karet alam jenis RSS 1) dan 8% plastomer (plastik). Joint sealant yang telah menenuhi persyaratan, digunakan untuk percobaan pada perkerasan beton. Campuran ini di coba untuk joint sealant pada ruas jalan Tambun-Cimuning, Bekasi. Pengamatan setelah 3 bulan tidak terjadi kerusakan/terlepas, sedangkan pelaksanaan joint sealant pembanding pada umur yang sama mengalami kelelehan diatas 80%. Rekomendasi untuk percobaan joint sealant adalah pentingnya persiapan yang harus bersih dan kering, sehingga bahan percobaan akan melekat dengan baik.
Kata kunci : joint sealant, campuran induk karet aspal, karet alam, plastik daur ulang, perkerasan beton semen

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan