KAJIAN DASAR PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN JEMBATAN PELENGKUNG BETON

Isi Artikel Utama

Lanneke Tristanto
Redrik Irawan

Abstrak

Lengkung pada struktur jembatan pelengkung terutama merupakan unsur tekan dengan bentuk kurvalinier parabolis. Sebagian besar dari beban terbagi rata dan muatan bergerak dipikul melalui gaya tekan yang dilimpahkan dalam reaksi tekan horizontal yang besar (thrust) di pangkal lengkung. Gaya tekan mencengah dan mengurangi tegangan tarik dalam lengkung beton selama dilewati bebas kendaraan. Jembatan pelengkung beton lama masih bertahan walaupun pembebanan telah meningkat karena unsuer tekan memiliki kapasitas cadangan. Jembatan pelengkung menghemat 15% volume beton dibanding jembatan gelagar lurus sehingga ekonomis dalam dimensi dan penulangan. Jembatan pelengkung menurut pelimpahan reaksi tekan horizontal dibagi  dalam dua tipe, tipe lengkung kaku yang langsung melimpahkan reaksi tekan pada tahan fondasi sangat baik, dan tipe lengkung diperkaku  dengan barang tarik struktural untuk memikul reaksi tekan dan demikian sesuai pada tanah fondasi kurang baik. Sistem monolitik antara bangunan atas dan bawah dengan jumlah sendi plastis mendukung ketahanan terhadap gempa. Pelaksanaan jembatan pelengkung selalu memerlukan perancah yang dibongkar setelah lengkung selesai tersambu dan terbentuk garis tekan. Lengkung yang tidak tersambung sempurna akann runtuh pada saat perancah dibuka. Bentang maksimum jembatan pelengkung beton bertulang 90m efisien terhadap bentang maksimum gelagar beton prategang 45m. Jembatan pelengkung beton bertulang komposit dengan rangka/profil baja sebagai perancah maupun tulangan mencapai bentang (90-245)m.
 
Kata kunci : jembatan pelengkung, lengkung kaku, lengkung diperkaku, reaksi tekan horizontal, garis tekan

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan