METODE PELAKSANAAN DAN EVALUASI PERBAIKAN JALAN BETON DENGAN INJEKSI SEMEN, COR DI TEMPAT DAN BETON PRACETAK

Isi Artikel Utama

A. Tatang Dachlan

Abstrak

Perkerasan jalan beton untuk lalu lintas berat dan padat di Indonesia dihadapkan pada masalah tanah dasar atau pondasi yang tidak stabil dan faktor erosi drainase yang parah sehingga mengakibatkan kerusakan retak, pumping, spalling, dan faulting. Kerusakan tersebut dapat menimbulkan retak yang berkembang menjadi retak blok dan depression yang perbaikannya memerlukan pembongkaran seluruh atau sebagian segmen beton. Proses perbaikan memerlukan cara yang cepat tanpa menghambat arus lalu lintas. Kerusakan harus diidentifikasi penyebab dan kondisinya secara cemat dengan cara penilaian kondisi visual dan pemetaan, uji lendutan dengan Falling Weight Deflectometer (FWD), serta sampling dengan coredrill sebelum dilakukan perbaikan. Berdasarkan ujicoba perbaikan perkerasan beton yang mengalami pumping atau amblas setempat, penanganan dengan disuntik menggunakan cairan kental semen dan bahan tertentu berhasil mengurangi perbedaan defleksi sehingga panel stabil. Perbaikan lain adalah panel yang rusak diganti dengan beton cor di tempat menggunakan campuran beton yang diberi bahan tambah untuk mempercepat pengerasan mencapai 80% kekuatan rencana dan dalam waktu 3x24 jam dapat segera dibuka untuk lalu lintas. Perbaikan segme beton dapat diganti langsung dengan beton pracetak dengan ukuran tertentu sehingga pekerjaan relatif cepat dan dapat segera dilalui lalu lintas. Pemantauan hasil perbaikan pada tahun pertama pada sambungan setelah grouting berdasarkan kriteria defleksi menunjukkan indikasi tidak ada rongga, yaitu defleksi kurang dari 0,05 mm (2 mils), serta efisiensi transfer beban lebih dari 60%. Cara kerja ini bermanfaat untuk sistem preservasi jalan beton di Indonesia.
 
Kata kunci : perbaikan perkerasan, perkerasan beton, segmen cor di tempat, injeksi semen, panel beton pracetak.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan