KAJIAN PERENCANAAN JEMBATAN INTEGRAL

Isi Artikel Utama

N. Retno Setiati

Abstrak

Jembatan integral merupakan jembatan yang dibuat tanpa adanya pergerakan antar bentang (spans) atau antara bentang abutment. Permukaan jalan dibuat menerus dari timbunan oprit yang satu dengan timbunan oprit yang lainnya. Jembatan integral dimaksudkan untuk menghindari permasalahan perawatan jembatan yang sangat mahal yang dikarenakan adanya penetrasi air/debu melalui pergerakan joint, dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jalan, dan mudah dilaksanakan di lapangan. Sistem jembatan integral terdiri dari integral penuh (full integral) dan integral sebagian (semi integral). Jembatan integral dengan bentang kurang dari 20 meter untuk kondisi di beberapa daerah di Indonesia paling optimum menggunakan tipe beton bertulang dengan sistem full integral, sedangkan untuk bentang lebih dari 20 meter lebih diutamakan menggunakan tipe prategang dengan sistem semi integral. Kajian ini membahas tentang pengembangan teknologi jembatan integral untuk tipe struktur beton, baik metode perhitungan, parameter pembebanan maupun desain dengan simulasi model jembatan menggunakan program analisis struktur. Sebagai contoh dibuat model jembatan integral untuk tipe beton bertulang bentang tunggal Hasil kajian sistem full integral paling optimum dibuat untuk bentang sampai 20 m.
 
Kata kunci : integral penuh, integral sebagian, beton bertulang, perawatan, siar muai

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan