HUBUNGAN PARAMETER KUAT TARIK TAK LANGSUNG TERHADAP MODULUS RESILIEN CAMPURAN BERASPAL DINGIN DENGAN ASPAL BUSA

Isi Artikel Utama

Djoko Widayat

Abstrak

Daur ulang campuran dingin dengan aspal busa (foamed bitumen) merupakan salah satu alternatif teknologi yang dapat diaplikasikan pada pemilihan strategi penanganan suatu proyek rehabilitasi jalan. Konstruksi ini ramah lingkungan dan dapat mengurangi emisi udara yang terjadi pada suatu proyek pekerjaan jalan. Bahan campuran dapat terdiri dari bahan garukan yang mengadung aspal (RAP), agregat segar dengan atau tanpa penambahan semen. Kriteria campuran daur ulang dengan aspal busa ditentukan berdasarkan nilai Indirect Tensile Strength (ITS), Tensile Strength ratio (TSR)dan Unconfined Compressive Strength (UCS). Sedangkan tolok ukur kekakuan campuran dinyatakan dalam parameter Modulus Resilient (MR). Besaran ITS dan MR ini dipengaruhi oleh temperatur pengujian di laboratorium atau lapangan. Dari hasil pengujian terhadap beberapa benda uji campuran yang diuji pada beberapa variasi temperatur menunjukan bahwa semakin besar temperatur pengujian, nilai ITS dan MR akan menurun. Terdapat hubungan regresi yang cukup signifikan antara dua parameter MR  dengan ITS dalam bentuk regresi pangkat. Prediksi ini dapat digunakan sebagai pendekatan dalam menentukan nilai coefficient layer dalam perencanaan tebal perkerasan.
 
Kata kunci : daur ulang campuran dingin, aspal busa, RAP, ITS, Modulus Resilien, koefisien lapiran

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan