PENGARUH PROPORSI SEPEDA MOTOR TERHADAP KECEPATAN ARUS LALU LINTAS

Isi Artikel Utama

Erwin Kusnandar

Abstrak

Sistem transportasi jalan yang belum efektif, akibatnya sebagian masyarakat lebih memilih jenis moda sepeda motor untuk bertransportasi, karena sepeda motor dipandang mempunyai keunggulan dalam hal mobilitas, aksesibilitas, dan ekonomis, sehingga proporsi jumlah sepeda motor di jalanan saatini mencapai 6546. Perubahan sistem transportasi jalan akibat tingginya jumlah pengguna sepeda motor dan perilakunya yang khas. Apabila tidak ditangani, sistem trasnsportasi jalan dan kecelakaan akan lebih buruk lagi. Tulisan ini menunjukan pengaruh jumlah sepeda motor di jalanan terhadap kecepatan kendaraan yang bisa dikembangkan oleh pengemudi, dan sekaligus model hubungan tersebut sebagai salah satu alternatif jawaban dalam menetapkan proporsi jumlah sepeda motor di jalanan. Hubungan variabel yang dimaksudkan, didapat dari pencacahah jumlah setiap jenis kendaraan dan kecepatannya dalam setiap kurun waktu per-lima-menitan, data tersebut dikelompokkan dalam interval poroporsi jumlah sepeda motor yaitu, kondisi 1 : 1046 s/d 3546, kondisi 2: 36Y0 s/d 7546, dan kondisi 3: gabungan antara 1096 sampai dengan 3546. Analisis dengan metoda regresi, menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan dengan indikator koefisien korelasi untuk kondisi 1 sebesar 0,67, kondisi 2 sebesar 0,59, dan kondisi 3 sebesar 0,66. Itu artinya proporsi sepeda motor mempengaruhi fluktuasi kecepatan aruslalu lintas.
 
Kata Kunci : transportasi belum efektif, proporsi sepeda motor, perilaku sepeda motor, kecepatan, arus lalu lintas, lalulintas heterogen

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan