PENGARUH KANDUNGAN ASPHALTENE TERHADAP SIFAT REOLOGI DAN PENUAAN ASPAL

Isi Artikel Utama

Madi Hermadi
Nyoman Suaryana

Abstrak

ABSTRAKSering kali ditemui aspal harus dimodifikasi karena memiliki kualitas yang tidak memadai untuk perkerasan jalan. Salah satu cara modifikasi adalah dengan merekayasa komposisi kimia. Untuk keperluan tersebut, perlu diketahui korelasi yang signifikan antara komponen kimia dengan kualitas aspal, terutama sifat reologi dan penuaan. Namun kajian pustaka menunjukkan sampai saat ini kolerasi tidak signifikan pada penelitian ini telah dilakukan pengkajian hubungan antara salah satu komponen aspal, yaitu Asphaltenes, dengan sifat regiologi dan penuaan aspal. Penelitian dilakukan dengan mengekstrasi Asphaltenes dari dua aspal yang berbeda, yaitu aspal minyak dan bitumen asbuton, dengan cara Rostler (ASTM D2006) dan Corbett (ASTM D4124). Selanjutnya, masing-masing Asphaltenes ditambahkan kedalam media aspal sebanyak 0%, 5% dan 10%  serta dicampur homogen. Perubahan regiologi dan penuaan aspal akibat penambahan Asphaltenes dianalisis secara statistik. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara Asphaltenes aspal minyak dengan Asphaltenes bitumen Asbuton. Hal ini membuka peluang kolerasi dapat digunakan secara umum untuk berbagi jenis aspal. Pola pengaruh kandungan Asphaltenes metode Rostler relatif sama dengan metode Corbett,namun nilainya tidak persis sama. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan pelarut yang digunakan. Pengaruh Asphaltenes terhadap penuaan menunjukkan Asphaltenes berkontribusi terhadap kecepatan penuaan sehingga harus diakomodir dalam indeks penuaan dengan kereaktifan tertentu. Hal ini berbeda dengan indeks durabilitas RDR dan GR yang tidak mengakomodirnya. Kata kunci :  Asphaltenes, aspal, Asbuton, reologi, penuaan

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan