PENENTUAN BOBOT ASPEK PENILAIAN KEBERLANJUTAN DALAM PEMERINGKATAN JALAN HIJAU

Isi Artikel Utama

Gede Budi Suprayoga
Greece M Lawalata

Abstrak

ABSTRAKJalan hijau sebagai suatu skema penilaian dan pemeringkatan proyek jalan memberikan profil atas aspek atau elemen jalan yang memerlukan perhatian dalam rangka mewujudkan konstruksi jalan yang berkelanjutan. Makalah ini bertujuan untuk menentukan bobot nilai kategori dan subkategori dalam persyaratan sukarela yang mencerminkan kontribusi setiap aspek maupun elemen proyek dalam pewujudannya tersebut. Metode pengumpulan data adalah wawancara tatap muka dengan menggunakan perangkat kuesioner. Pemilihan sampel dilakukan secara purposif, yaitu data yang dikumpulkan dari para ahli yang terdiri dari peneliti, pakar, dan praktisi dalam konstruksi jalan, transportasi, dan pengelolaan lingkungan jalan. Teknik analisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang menguraikan perbandingan berpasangan setiap kategori dan subkategori. Melalui analisis ini, bobot setiap kategori adalah sebagai berikut: ‘lingkungan dan kecairan’ memiliki bobot terbesar 26,7% diikuti oleh kategori ‘teknologi perkerasan’, dan kategori ‘penggunaan material dan sumber daya alam’ sebesar 20,2% dan 20,1%. Dua bobot terkecil adalah 13,7% dan 19,3% yang dimiliki oleh kategori ‘penyediaan akses dan kesetaraan hak’ dan ‘pelaksanaan konstruksi’. Berdasarkan analisis prioritas global, tiga subkategori dengan bobot terbesar terhadap keseluruhan tujuan adalah ‘penyediaan sistem drainase’, ‘perancangan perkerasan berumur panjang’ dan ‘analisis banjir lingkungan’ dengan bobot 5,4%, 4,1%, dan 4,0% secara berturut-turut.Kata kunci : jalan hijau, proyek jalan, keberlanjutan, kategori penilaian, Analytical Hierarchy Process (AHP)

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan