PERBANDINGAN NILAI DAYA DUKUNG ULTIMIT TIANG TUNGGUL BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN BEBAN DINMAIK DAN STATISTIK

Isi Artikel Utama

Hardiansyah Putra
Cahya Hidayat

Abstrak

ABSTRAKPenentuan daya dukung rencana untuk fondasi tiang pancang atau tiang bor bisa dilakukan dengan dua cara, yang pertama berdasarkan data hasil pengujian laboraturium dan kedua berdasarkan hasil data uji lapangan. Untuk memverifikasi daya dukung rencana tersebut umumnya digunakan metode pengujian beban static (static loading test) dan metode pengujiaqn beban dinamik (dynamic loading test). Pada prinsipnya pengujian dinamik hanya merupakan pendugaan, sehingga pada beberapa pekerjaan konstruksi yang cukup besar pengujian statik harus dilakukan sebagai data pembanding untuk melihat hasil kesesuaian daya dukung yang di hasilkan oleh uji dinamik. Kenyataan di lapangan pengujian dinamik lebih sering digunakan karena pengujian dinamik memiliki beberapa keuntungan, seperti biaya pengujian yang lebih murah, waktu pengerjaan lebih cepat dan ruang yang diperlukan untuk pengujian yang lebih kecil. Mengingat banyaknya pelaksaan pengujian dinamik dibandingkan dengan pengujian statik yang di lakukan di Indonesia, maka pada tulisan ini dilakukan kajian kesesuaian nilai daya dukung ultimit yang dihasilkan oleh pengujian dinamik di bandingkan dengan hasil pengujian statik. Evaluasi pada 22 titik data pengujian menggunakan analisa korelasi menunjukan bahwa nilai daya dukung ultimit yang dihasilkan dari pengujian dinamik rata-rata memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan hasil pengujian statik, dan dari interpretasi nilai daya dukung ultimit dari data pengujian statik menggunakan metode Davisson, Chin dan Mazurkiewiczh didapat nilai daya dukung ultimit yang dihasilkan dari pengujian dinamis mempunyai kesesuain tertinggi dengan nilai daya dukung ultimit hasil interpretasi menggunakan metode Davisson, dimana nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.92 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0.8554, kesesuaian terendah apabila di bandingkan dengan metode Chin dimana  nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.86 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0.7742. berdasarkan hasil evaluasi nilai daya dukung hasil uji dinamik mempunyai tingkat kesesuaian yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan nilai daya dukung hasil uji statik, hai ini bisa di lihat dari nilai rata-rata koefisien korelasi (r) yang didapat sebesar 0,90, sedangkan tingkat kesesuaian yang dihasilkan sebesar 87% atau 13% lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil pengujian static.Kata kunci : Fondasi tiang, daya dukung ultimit, signal matching, metode davisson, metode chin, metode mazurkiewiczh, pengujian beban static, pengujian beban dinamik.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan