PENGARUH KANDUNGAN MINERAL ASBUTON DALAM CAMPURAN BERASPAL

Isi Artikel Utama

Furqon Affandi

Abstrak

ABSTRAKAsbuton merupakan aspal alam Indonesia dengan deposit yang sudah dikenal dan dieksplorasi sejak tahun 1926 sampai sekarang. Penggunaannya sampai sekarang masih sedikit dengan jenis produksi umumnya asbuton butir yang belum memberikan hasil yang efektif, walaupun Indonesia masih menginpor aspal sebesar 50% dari keperluan nasionmalnya per tahun. Salah satu metode pengolahan asbuton dari deposit Lawele di pulau Buton, ialah dengan cara ekstraksi dimana mineral dalam kandungan asbuton aslinya dikeluarkan sebagai (asbuton semi ekstraksi) atau seluruhnya (asbuton murni). Tulisan ini menguraikan pengaruh kandungan mineral asbuton dari hasil ekstraksi baik asbuton semi ekstraksi atau asbuton murni, dilihat dari sifat aspal dan campuran beraspalnya metoda yang dipergunakan ialah eksperimental di laboratorium dilengkapi dengan telaahaan kajian dari studi pustaka. Hasil dari kajian ini menu-njukan bahwa semi ekstraksi, memberikan kinerja campuran beraspal yang setara dibandingkan dengan campuran beraspal menggunakan asbuton murni, seperti sifat volumetrik maupun kekuatannya berdasarkan pujian Marshall, dengan memperhitungkan kandungan mineral pada asbuton semi ekstraksi sebagai filler dari agregat yang dipergunakan. Selain itu pengujian aspal harus dilakukan pada asbuton yang sudah tidak mengandung mineralnya lagi, karena hasil pengujian aspal terhadap hasil asbuton semi ekstraksi akan memberikan interpretasi yang salah. Keuntungan dari pengolahan asbuton semi ekstraksi ialah mineral yang ada dalam asbuton bisa dimanfaatkan sebagai filler dalam campuran beraspal, waktu pengolahan yang lebih singkat dan biaya yang tentunya lebih murah disbanding pengolahan asbuton murni.Kata Kunci : asbuton butir, asbuton semi ekstraksi, asbuton murni mineral, mineral asbuton, filer, kinerja campuran beraspal

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan