KAJIAN TEMPERATUR BETON SAAT PROSES PENGERASAN MENGGUNAKAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN TAMBAH SEMEN

Isi Artikel Utama

Ali Zakariya
Giri Yudhono
Sasri Rosyadi

Abstrak

Jembatan umumnya memiliki ukuran struktur beton besar dan masif. Penggunaan beton yang masif akan menyebabkan temperatur pada beton menjadi berlebihan atau overheated pada saat pengerasan berlangsung. Dampak yang timbul akibat kelebihan panas ini mengakibatkan hidrasi semen tidak sempurna sehingga terjadi retak termal yang dapat mempengaruhi kuat tekan beton. Jembatan Akses Tol Simpang Susun Airmadidi memiliki bentuk struktur pile cap dan pier dengan lebar > 2 meter sehingga dapat dikategorikan sebagai mass concrete. Untuk mengurangi panas yang timbul pada hidrasi beton maka diperlukan bahan tambah, salah satu bahan tambah yang bisa dipakai dalam campuran beton menurut Spesifikasi untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan adalah bahan tambahan berupa mineral atau bahan limbah dapat berbentuk fly ash, pozzolan dan silica fume, pada proyek Jembatan Akses Tol Simpang Susun Airmadidi digunakan fly ash. Penelitian dilakukan dengan membaca kenaikan temperatur pada dua benda uji dengan campuran beton yang berbeda. Benda uji 1 menggunakan semen OPC murni sebanyak 380 kg dan Benda Uji 2 menggunakan semen OPC 310 kg dan fly ash kelas F 100 kg per m3 beton. Dari hasil evaluasi didapatkan kesimpulan bahwa penggantian 24,4% semen menggunakan fly ash menurunkan nilai temperatur maksimal beton dari semula sebesar 84,4°C menjadi 71,3°C atau terjadi penurunan sebesar 13,1°C.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan