EVALUASI BEBAN LAYAN JEMBATAN APUNG PEJALAN KAKI TIPE PELENGKUNG RANGKA BAJA BERDASARKAN UJI PEMBEBANAN

Isi Artikel Utama

Widi Nugraha
Gatot Sukmara

Abstrak

Jembatan apung adalah jembatan yang memanfaatkan daya apung benda yang relatif lebih ringan dibandingkan air dalam volume yang sama, sebagai pengganti fondasi pada tanah. Puslitbang Jalan dan Jembatan pada tahun 2015 memulai pengembangan jembatan apung tipe pelengkung rangka baja untuk pejalan kaki dengan menggunakan pontoon apung sebagai fondasi dari kaki jembatan pelengkung, sehingga diperoleh bentang yang cukup besar dan tinggi bebas di bawah jembatan yang lebih tinggi untuk keperluan lalu lintas perairan. Tipe jembatan apung ini merupakan tipe jembatan apung pertama yang dikembangkan di Indonesia. Oleh karena itu, dalam perencanaannya masih menggunakan asumsi-asumsi dalam pemodelan sehingga harus dibuktikan dan disesuaikan dengan perilaku sesungguhnya di lapangan setelah jembatan terbangun pada tahun 2016 di Sungai Segara Anakan, Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, dengan menggunakan metode uji pembebanan. Uji pembebanan dilakukan untuk mengetahui kapasitas jembatan yang sesungguhnya untuk difungsikan sebagai jembatan pejalan kaki, dan model struktur yang telah sesuai akan dapat dimanfaatkan untuk evaluasi kondisi jembatan. Uji pembebanan dilakukan dengan menggunakan beban uji berupa zak semen ukuran 40 kg sebanyak 120 buah yang setara dengan 30% dari kapasitas rencana. Beban uji tersebut ditempatkan pada jembatan dalam beberapa tahap untuk mengetahui perilaku dari struktur. Adapun parameter uji yang diamati antara lain deformasi dan tegangan pada elemen jembatan. Deformasi diukur dengan metode pengamatan secara geodetik dengan Total Station. Sedangkan tegangan diukur dengan memasang sensor strain gage pada elemen jembatan yang diamati. Dari hasil uji pembebanan didapatkan respon jembatan sesungguhnya terhadap beban kemudian dilakukan beberapa pemodelan, khususnya kondisi tumpuan dari jembatan. Dari beberapa pemodelan tersebut, didapat model struktur yang paling sesuai dengan kondisi sesungguhnya yaitu model struktur jembatan dengan pontoon yang dimodelkan sebagai elemen solid dengan tumpuan pontoon berupa pegas dengan koefisien 0.95 ton/m3, dan kondisi satu pontoon terkekang lateral dan satu pontoon bebas lateral, dimana terdapat pergerakan lateral pada pontoon akibat pembebanan yang berdeformasi ke arah darat. Dengan model tersebut, berdasarkan kriteria keamanan struktur dan aspek kenyamanan, struktur jembatan apung ini layak untuk difungsikan sebagai jembatan pejalan kaki dengan beban layan yang diijinkan yaitu setara 125% beban uji statis atau 112.5 kg/m2, atau 2 orang/m2 dengan berat rata-rata 55 kg per orang.

Rincian Artikel

Bagian
Jalan dan Jembatan
Penulis Biografi

Widi Nugraha, Pusat Litbang Jalan dan Jembatan - Kementerian PUPR

Peneliti Muda,Balai Litbang Struktur Jembatan

Referensi

American Association of State Highway and Transportation Official. AASHTO. 2012. "AASHTO LRFD Bridge Design Specifications 6th Edition, Section 6." Washington: AASHTO.

Alampalli, Sreenivas, dan Jonathan Kunin. 2003. “Load testing of an FRP bridge deck on a truss bridge.” Applied Composite Materials 10 (2): 85–102. doi:10.1023/A:1022885728627.

Bakosurtanal. 2014. Badan Informasi Geospasial. Diakses September 17, 2017. http://www.bakosurtanal.go.id.

Cai, Hubo, Osama Abudayyeh, Ikhlas Abdel-Qader, Upul Attanayake, Joseph Barbera, dan Eyad Almaita. 2012. “Bridge deck load testing using sensors and optical survey equipment.” Advances in Civil Engineering 2012. doi:10.1155/2012/493983.

Encyclopaedia Britannica. 2016. Encyclopaedia Britannica. 18 September. Diakses September 17, 2017. https://www.britannica.com.

Hou, T.-C., dan J P Lynch. 2006. “Rapid-to-deploy wireless monitoring systems for static and dynamic load testing of bridges: validation on the Grove Street Bridge.” Proceedings of SPIE 6178. doi:10.1117/12.658902.

Indonesia. 2005. "RSNI T-03-2005 Standar Perencanaan Baja untuk Jembatan." Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Indonesia. 2010. SE Menteri PU No. 02/SE/M/2010. Pedoman perencanaan dan pelaksanaan konstruksi jembatan gantung untuk pejalan kaki . Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

—. 2016. "SNI 1725 : 2016 Standar Pembebanan untuk Jembatan." Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Kansai Design Company. 1999. Yumemai Bridge Basic Design, Detail Design, and Analysis. Osaka, Januari.

Maruyama, Tadaaki. 2008. “Construction of a Floating Swing Bridge — Yumemai Bridge.”

Nugraha, Widi, dan Indra Djati Sidi. 2016. “Probability Based Evaluation of Vehicular Bridge Load using Weigh-in-Motion Data.” Journal of Engineering and Technological Sciences 48 (1): 66–85. doi:10.5614/j.eng.technol.sci.2016.48.1.6.

Pusjatan. 2015. Laporan Akhir Penelitian dan Pengembangan Jembatan Apung Pejalan Kaki. Laporan Penelitian, Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan.

Pusjatan. 2016. Laporan Akhir Pilot Project Sistem Modular Wahana Apung. Laporan Akhir Penelitian, Bandung: Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR.

Pusjatan. 2017. Laporan Hasil Pengujian Beban Jembatan Apung Kampung Laut Cilacap. Laporan Hasil Pengujian, Bandung: Pusat Litbang Jalan dan Jembatan.

Saleh, Ali Halim. 2010. Mega Floating Concrete Bridges. M.Sc. thesis, Delft: TU Delft.

Setiati, N Retno, dan Anton Surviyanto. 2013. “Analisis Uji Beban Kendaraan Terhadap Jembatan Integral Penuh.” Jurnal Jalan-Jembatan 30 (3): 190–204.

Wang, C M, E Watanabe, dan T Utsunomiya. 2008. “Very Large Floating Structures: applications, analysis and design.” Tailor & Fransis.

Watanabe, E., T.M. Wang, T. Utsunomiya, dan T. Moan. 2004. Very Large Floating Structures: Applications, Analysis and Design. CORE Report, Singapore: Centre for Offshore Research and Engineering, National University of Singapore.

Watanabe, E., T. Utsunomiya, dan C. M. Wang. 2004. “Hydroelastic analysis of pontoon-type VLFS: A literature survey.” Engineering Structures 26 (2): 245–56. doi:10.1016/j.engstruct.2003.10.001.

Watanabe, Eiichi, dan Tomoaki Utsunomiya. 2003. “Analysis and design of floating bridges.” Progress in Structural Engineering and Materials 5 (3): 127–44. doi:10.1002/pse.151